Ramai di Medsos soal “Kuliah Tipuan”, UBSI Ajak Publik Melihat Realita Pendidikan
BSINews, Bekasi – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, menanggapi maraknya narasi di media sosial yang menyebut bahwa “kuliah hanyalah tipuan”. Pandangan tersebut muncul dari pengalaman sebagian lulusan yang merasa telah menghabiskan waktu dan biaya, namun belum memperoleh hasil sesuai harapan, seperti sulitnya mendapatkan pekerjaan atau ketidaksesuaian antara jurusan dan dunia kerja.
Ramai di Medsos soal “Kuliah Tipuan”, UBSI Ajak Publik Melihat Realita Pendidikan
Fenomena ini kemudian diviralkan dan digeneralisasi seolah seluruh pendidikan tinggi tidak memberikan manfaat. Padahal, antara viral dan realita, terdapat perbedaan yang perlu disikapi secara jernih dan proporsional. Persoalan dunia perkuliahan kerap bersumber dari sistem yang kurang adaptif, biaya yang tidak terjangkau, serta kurikulum yang tidak selaras dengan kebutuhan industri.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kampus UBSI Kampus Kaliabang, Muhamad Tabrani, menegaskan bahwa masalah utama bukan pada konsep kuliahnya, melainkan pada bagaimana pendidikan itu dijalankan.
“Kuliah bukan janji instan untuk sukses. Namun, jika sistemnya adil, terjangkau, dan relevan dengan dunia kerja, pendidikan tinggi justru menjadi bekal penting untuk menghadapi perubahan zaman,” ujar Muhamad Tabrani.
Baca juga: Kuliah Sastra Inggris yang Ramah Kantong dan Siap Kerja, Pilihan Tepat Generasi Muda
UBSI mengambil pendekatan berbeda dengan menghadirkan biaya kuliah yang terjangkau dan dapat dicicil, kurikulum berbasis praktik, serta pilihan kelas karyawan bagi mahasiswa yang bekerja. Model ini dirancang agar pendidikan tidak terlepas dari realitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Selain itu, UBSI telah terakreditasi Unggul, membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak selalu identik dengan biaya tinggi. Mahasiswa dibekali keterampilan praktis, pengalaman proyek, serta pemahaman teknologi yang dibutuhkan di dunia kerja.
Narasi bahwa kuliah adalah tipuan perlu dilihat secara kritis. Pendidikan tinggi bukan jaminan hidup tanpa masalah, tetapi proses membangun cara berpikir, keterampilan, dan kesiapan menghadapi masa depan. Dengan memilih kampus dan sistem yang tepat, kuliah tetap menjadi investasi rasional dan relevan bagi generasi muda.(Niken)