Belajar Informatika Lewat Aplikasi Kuliner: Cara Sistem Memprediksi Waktu Pengantaran
BSINews, Sukabumi — Saat memesan makanan melalui layanan seperti GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood, pengguna langsung melihat estimasi waktu kedatangan, misalnya “Pesanan tiba dalam 25–35 menit.” Angka tersebut terlihat sederhana, namun di baliknya terdapat sistem informatika yang bekerja secara kompleks dan real-time.
ETA Prediction System Jadi Contoh Nyata Penerapan Algoritma dan Machine Learning
Dalam dunia informatika, sistem ini dikenal sebagai ETA Prediction System (Estimated Time of Arrival), yaitu teknologi yang dirancang untuk memprediksi waktu kedatangan pesanan berdasarkan kombinasi data real-time, data historis, serta model machine learning yang terus belajar dari pola sebelumnya.
Integrasi Data Real-Time dan Historis
Agar prediksi akurat, sistem ETA mengolah dua jenis data utama. Data real-time dikumpulkan setiap detik dan mencerminkan kondisi terkini, seperti lokasi pengemudi melalui GPS, kecepatan dan arah pergerakan, kondisi lalu lintas, waktu tunggu restoran, rute perjalanan, hingga faktor cuaca seperti hujan yang dapat memperlambat perjalanan.
Sementara itu, data historis digunakan untuk membaca pola masa lalu, seperti rata-rata waktu tempuh pada rute tertentu, pola kemacetan di jam sibuk, kecepatan rata-rata pengemudi di wilayah tertentu, kebiasaan restoran dalam menyiapkan makanan, hingga kecenderungan keterlambatan pada akhir pekan atau musim hujan.
Proses Teknis di Balik Prediksi ETA
Secara teknis, sistem ETA melalui beberapa tahapan penting. Pertama, pengumpulan dan pembersihan data dari berbagai sumber, termasuk GPS, restoran, dan layanan peta digital. Data tersebut dibersihkan dari kesalahan, seperti titik lokasi yang tidak akurat atau informasi restoran yang belum diperbarui.
Selanjutnya, sistem menentukan rute tercepat menggunakan algoritma graf yang mempertimbangkan panjang jalan, kepadatan lalu lintas, jumlah persimpangan, hingga potensi hambatan di titik tertentu.
Tahap berikutnya adalah prediksi menggunakan machine learning. Model ini menghitung estimasi waktu memasak, waktu tempuh pengemudi, dampak kemacetan dan cuaca, serta kemungkinan keterlambatan berdasarkan jutaan data sebelumnya. Prediksi ini kemudian diperbarui secara real-time apabila terjadi perubahan kondisi, seperti pengemudi berhenti mendadak, rute dialihkan, restoran mengalami lonjakan pesanan, atau pengemudi mengambil lebih dari satu pesanan sekaligus. Inilah sebabnya estimasi waktu dapat berubah dari 20 menit menjadi 32 menit.
Baca juga : Peran Program Studi Informatika UBSI dalam Menyiapkan Talenta Digital di Era Transformasi Teknologi
Penerapan Konsep Informatika
Teknologi ETA menjadi contoh nyata penerapan konsep yang dipelajari dalam Program Studi Informatika. Salah satunya adalah konsep optimasi rute seperti Travelling Salesman Problem (TSP), yang membahas cara menemukan jalur paling efisien dengan waktu atau jarak minimum.
Selain itu, mahasiswa juga mempelajari struktur data dan algoritma untuk pengelolaan jalur dan titik lokasi, machine learning dan kecerdasan buatan untuk membangun sistem prediksi, data science dan big data untuk analisis pola perjalanan, rekayasa perangkat lunak untuk membangun sistem yang stabil, serta cloud computing untuk memproses data dalam skala besar secara cepat.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat bagaimana teknologi bekerja di balik aplikasi yang digunakan sehari-hari.
Baca juga : Mahasiswa Informatika UBSI Kampus Sukabumi Kembangkan Solusi Digital Berbasis Data untuk Kebutuhan Industri
Dampak Sistem ETA bagi Ekosistem Digital
Keberadaan sistem ETA tidak hanya berfungsi sebagai prediksi waktu kedatangan. Teknologi ini turut meningkatkan akurasi informasi bagi pengguna, membantu pengemudi memilih rute yang lebih efisien, mendukung operasional restoran agar lebih tertata, serta membuat sistem aplikasi semakin adaptif dan cerdas.
Melalui pemanfaatan data, algoritma, dan machine learning, sistem ETA menjadi bukti nyata bagaimana informatika mendukung layanan digital modern. Seiring pertumbuhan data dan kebutuhan masyarakat, teknologi ini diproyeksikan akan terus berkembang.
Bagi generasi muda yang tertarik memahami cara kerja teknologi dari sudut pandang informatika mulai dari pengolahan data, algoritma penentuan rute, hingga kecerdasan buatan ilmu tersebut dapat dipelajari lebih mendalam di Program Studi Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Sukabumi. (Indari)