Mahasiswa UBSI Kampus Solo Ini Jalani 3 Pekerjaan Sekaligus, Bukti Kampus Digital Kreatif Cetak Generasi Mandiri

0 26

BSINews — Menjadi mahasiswa di era digital menuntut lebih dari sekadar hadir di kelas dan menyelesaikan tugas. Dunia kerja bergerak cepat, kompetitif, dan membutuhkan generasi muda yang adaptif. Hal inilah yang tercermin dari sosok Muhammad Sulthan Nashir, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo, yang sukses menjalani tiga pekerjaan sekaligus sejak semester awal.

Kisah Sulthan bukan sekadar cerita tentang kerja keras, tetapi juga bukti nyata bagaimana lingkungan kampus yang tepat mampu membentuk mahasiswa mandiri, produktif, dan siap menghadapi dunia industri.

Mahasiswa UBSI Kampus Solo yang Tak Takut Tantangan

Baru memasuki semester dua, Sulthan sudah aktif sebagai pengajar les privat dan mengaji, bekerja sebagai driver ShopeeFood, serta merintis usaha kecil berjualan es dawet. Keputusan ini diambil bukan karena terpaksa, melainkan sebagai langkah sadar untuk membangun kemandirian finansial sejak dini.

“Alasan utama saya karena ingin mandiri secara finansial sedini mungkin dan tidak ingin menyia-nyiakan waktu luang untuk hal yang kurang produktif,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Rabu (25/2) di Pontianak.

Semangat seperti inilah yang terus didorong oleh UBSI kampus Solo sebagai Kampus Digital Kreatif. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga didorong untuk aktif, inovatif, dan berani mengambil peluang.

Pendidikan Tetap Nomor Satu di UBSI

Meski sibuk bekerja, Sulthan menegaskan bahwa kuliah tetap menjadi prioritas utamanya.

“Meskipun sudah bekerja, bagi saya edukasi tetap nomor satu. Pendidikan membentuk cara berpikir yang lebih terarah,” jelasnya.

Di UBSI kampus Solo, sistem perkuliahan dirancang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan industri. Program Studi Sistem Informasi, misalnya, memadukan konsep teknologi, manajemen, dan bisnis digital sehingga mahasiswa dapat langsung memahami implementasinya di dunia kerja.

Bagi Sulthan, kurikulum yang aplikatif membuat teori di kelas terasa nyata dalam praktik sehari-hari.

“Teori di kelas sangat membantu karena bisa langsung diterapkan di dunia kerja,” tambahnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran di UBSI tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan industri.

Dukungan Beasiswa dan Lingkungan yang Supportif

Sebagai mahasiswa UBSI, Sulthan juga mendapatkan beasiswa kampus yang membantu meringankan biaya pendidikan. Program beasiswa ini menjadi salah satu bentuk komitmen UBSI dalam mendukung mahasiswa berprestasi dan bersemangat mandiri.

Selain itu, lingkungan akademik yang suportif membuat mahasiswa tetap bisa berkembang meskipun memiliki aktivitas di luar kampus. Dosen dan sistem pembelajaran yang adaptif membantu mahasiswa mengatur keseimbangan antara kuliah dan pekerjaan.

Inilah yang menjadikan UBSI kampus Solo bukan sekadar tempat kuliah, tetapi ruang bertumbuh bagi generasi muda.

Strategi Sukses: Manajemen Waktu dan Finansial

Menjalani tiga pekerjaan tentu membutuhkan disiplin tinggi. Sulthan menerapkan manajemen waktu yang ketat dengan membagi jadwal secara terstruktur: pagi untuk kuliah, sore bekerja, dan malam menyelesaikan tugas.

Dalam hal finansial, ia membagi pendapatan untuk biaya kuliah, kebutuhan harian, tabungan, serta self-reward sebagai bentuk apresiasi diri.

Pola ini mencerminkan karakter mahasiswa UBSI yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam pengelolaan tanggung jawab.

Tantangan yang Membentuk Mental Tangguh

Rasa lelah dan berkurangnya waktu bersosialisasi menjadi tantangan yang harus dihadapi. Namun, Sulthan melihatnya sebagai proses pembelajaran hidup.

“Terkadang saya harus mengorbankan waktu nongkrong bersama teman-teman,” akunya.

Untuk mengatasi kejenuhan, ia melakukan digital detox atau menikmati waktu santai agar tetap menjaga kesehatan mental. Dukungan keluarga dan teman juga menjadi energi tambahan untuk terus melangkah.

Mental tangguh seperti ini selaras dengan visi UBSI dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga siap menghadapi tekanan dunia kerja.

Baca juga: Tak Hanya Cari Kerja, Mahasiswa Kini Disiapkan Jadi Entrepreneur

UBSI Kampus Solo: Kampus Digital Kreatif untuk Generasi Adaptif

Fenomena mahasiswa yang aktif bekerja sekaligus berprestasi akademik menjadi gambaran nyata bagaimana UBSI kampus Solo membentuk generasi adaptif.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menghadirkan:

  • Kurikulum berbasis industri
  • Program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi
  • Sistem pembelajaran fleksibel
  • Lingkungan akademik yang mendukung pengembangan soft skill dan hard skill

Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga diarahkan untuk siap kerja dan siap berwirausaha sejak dini.

Kisah Sulthan menjadi bukti bahwa ketika mahasiswa memiliki kemauan kuat dan didukung oleh kampus yang tepat, kemandirian finansial dan prestasi akademik bisa berjalan beriringan.

Pesan untuk Generasi Muda Solo dan Sekitarnya

Di akhir perbincangan, Sulthan memberikan pesan bagi generasi muda yang sedang mempertimbangkan masa depan pendidikannya.

“Jangan takut mencoba. Capek itu wajar, tapi hasil dari kerja kerasmu sendiri rasanya jauh lebih manis.”

Bagi calon mahasiswa di Solo dan sekitarnya, UBSI kampus Solo menjadi pilihan tepat bagi yang ingin kuliah dengan sistem fleksibel, relevan dengan dunia industri, serta mendukung mahasiswa untuk produktif dan mandiri.

Karena di era digital ini, menjadi mahasiswa saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah menjadi mahasiswa yang siap bersaing dan itu dimulai dari memilih kampus yang tepat.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.