AI untuk Dakwah Digital: Dosen UBSI Bekali Remaja Majelis Taklim Al-Hamidiyah dengan Keterampilan Konten Kreatif
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PM) menggelar pelatihan bagi generasi muda Majelis Taklim Al-Hamidiyah pada Sabtu (7/3). Kegiatan ini mengusung tema “Pelatihan Artificial Intelligence Berbasis Project-Based Learning untuk Penguatan Dakwah Digital yang Kreatif dan Beretika.”
Remaja Majelis Taklim Al-Hamidiyah dilatih memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence secara kreatif, etis, dan relevan melalui pendekatan Project-Based Learning.
Pelatihan ini bertujuan membekali remaja dengan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menyampaikan pesan dakwah secara kreatif dan relevan dengan perkembangan era digital. Kegiatan tersebut melibatkan tim dosen UBSI yang terdiri dari Jordy Lasmana Putra, Andriansah, Imron, dan Sriyadi, serta didukung oleh mahasiswa Salwa Saumi, Adiweno Rashad Sahita, dan Nadia Kamila.
Jordy Lasmana Putra menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital menuntut metode dakwah yang lebih adaptif, terutama untuk menjangkau generasi muda yang kini lebih akrab dengan konten visual dan audio dibandingkan teks panjang.
“AI hanyalah alat, layaknya mikrofon dan kamera. Hati serta ilmu kitalah yang menjadi penentu agar dakwah yang disampaikan tetap membawa kebaikan dan keberkahan,” ujar Jordy dalam keterangan rilis Sabtu (7/3).
Baca juga: Misi Besar di 38 Desa, Mahasiswa BSI Siap Wujudkan Transformasi Pengabdian Masyarakat
Dalam pelatihan ini peserta diperkenalkan dengan teknologi NotebookLM dari Google yang dapat membantu mengolah catatan kajian, materi ceramah, maupun ayat-ayat Al-Qur’an menjadi berbagai bentuk konten digital seperti podcast, infografis, slide presentasi, hingga video pendek. Metode pelatihan menggunakan pendekatan Project-Based Learning, sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan konten dakwah digital.
Beberapa tema konten yang dipilih peserta antara lain “Sabar saat di-Ghosting”, “Reminder Sholat di Tengah Kesibukan”, serta “Hijrah Digital”. Melalui praktik tersebut, peserta belajar menyampaikan pesan dakwah dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.
Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali pemahaman mengenai etika penggunaan teknologi melalui konsep 5 Pilar Adab Digital, yaitu niat ikhlas, tabayyun terhadap sumber informasi, tidak memalsukan identitas ulama, memastikan konten tetap sesuai nilai Islam, serta bertanggung jawab terhadap konten yang disebarkan.
“Kami berharap pelatihan ini dapat membuka wawasan generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara bijak, sehingga dakwah dapat disampaikan dengan cara yang kreatif, menarik, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman,” tutup Jordy. (Niken)