UPA Teknik Industri UBSI Bahas Arah Pengembangan Kurikulum
BSINews,Jakarta – Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar forum diskusi pengembangan kurikulum yang diselenggarakan oleh Unit Pengembangan Akademik (UPA), Rabu (11/3). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memastikan kurikulum yang diterapkan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Salah satunya melalui forum diskusi yang melibatkan Unit Pengembangan Akademik Program Studi Teknik Industri guna merumuskan arah pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dunia industri.
Forum akademik fokus pada peningkatan kompetensi lulusan dan relevansi dengan dunia industri
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB ini dihadiri oleh seluruh anggota Unit Pengembangan Akademik serta dipimpin langsung oleh Kepala Program Studi Teknik Industri, Miwan Kurniawan H. Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspek penting terkait penyempurnaan kurikulum dibahas secara mendalam.
Miwan menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum perlu dilakukan secara berkelanjutan agar materi pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Pengembangan kurikulum menjadi langkah penting untuk memastikan mahasiswa memperoleh kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui forum ini kami mengevaluasi kurikulum yang ada sekaligus merancang strategi pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan dunia kerja,” ujarnya dalam keterangan rilis Rabu (11/3).
Baca juga: Dosen UBSI Kenalkan Pemanfaatan ChatGPT bagi Pengurus Majelis Taklim
Salah satu fokus utama dalam diskusi tersebut adalah integrasi Body of Knowledge (BoK) Teknik Industri yang mencakup berbagai bidang penting seperti sistem produksi, ergonomi, logistik, hingga ekonomi teknik. Integrasi ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap berbagai aspek keilmuan yang dibutuhkan dalam dunia industri modern.
Selain itu, pembahasan juga mencakup pengembangan metode pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PBL). Pendekatan ini dirancang untuk mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan melalui penyelesaian permasalahan nyata di sektor industri.
Dalam forum tersebut juga dibahas mengenai standar kompetensi lulusan yang disesuaikan dengan tren industri saat ini, termasuk kebutuhan kemampuan analisis data serta pemahaman terhadap konsep keberlanjutan atau sustainability.
Miwan menambahkan bahwa evaluasi terhadap struktur kurikulum lama juga dilakukan guna memastikan proses transisi menuju kurikulum baru dapat berjalan secara efektif tanpa mengganggu proses akademik mahasiswa yang sedang menempuh studi.
“Melalui kegiatan ini kami berharap kurikulum yang dikembangkan dapat menghasilkan lulusan Teknik Industri yang memiliki kompetensi kuat, adaptif terhadap perubahan teknologi, serta mampu bersaing di dunia kerja,” tutupnya.
Melalui forum ini, Program Studi Teknik Industri UBSI menunjukkan komitmennya dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan serta menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan industri di masa depan.(Niken)