Lewat PkM, UBSI Bekali Guru RA Mathlaul Anwar Strategi Pembelajaran Digital
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (14/3) ini mengusung tema “Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Menunjang Metode Belajar yang Kreatif dan Menyenangkan” dan diikuti oleh para pengajar RA Mathlaul Anwar.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Melalui kegiatan PkM ini, para pengajar RA Mathlaul Anwar mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang inovatif dan interaktif, khususnya untuk pendidikan anak usia dini.
Pelatihan teknologi edukasi dorong metode belajar yang kreatif dan menyenangkan bagi anak usia dini
Kegiatan pelatihan ini menghadirkan Danny Ong sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi mengenai pemanfaatan berbagai teknologi digital untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Dalam sesi pemaparannya, peserta diperkenalkan dengan berbagai media digital, aplikasi edukasi, serta platform pembelajaran interaktif yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Danny Ong menjelaskan bahwa penggunaan teknologi digital dapat membantu guru menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan menyenangkan bagi siswa.
“Teknologi digital dapat menjadi sarana yang sangat efektif untuk membantu guru menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas guru dalam menyampaikan materi,” jelasnya dalam keterangan rilis Sabtu (14/3).
Baca juga: Dari Event Lokal ke Promosi Digital, UBSI Dampingi Karang Taruna Kemanggisan
Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan tim dosen dari Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika, yaitu Andriansah, Imron, dan M. Sinta Nurhayati. Tim dosen turut memberikan pendampingan kepada para peserta serta berbagi wawasan mengenai strategi penerapan teknologi digital dalam proses pembelajaran di kelas.
Para pengajar RA Mathlaul Anwar terlihat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Selain mendapatkan pemahaman mengenai konsep pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan, para peserta juga berkesempatan berdiskusi dan mengeksplorasi berbagai contoh media pembelajaran digital yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Di akhir kegiatan, Andriansah berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pengajar dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif. “Kami berharap para guru dapat memanfaatkan teknologi digital secara kreatif dalam proses belajar mengajar sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan mampu meningkatkan semangat belajar anak-anak,” ujarnya. (Niken)