Dosen UBSI Bekali Orang Tua di Kwitang Hadapi Tantangan Gawai pada Anak

0 28

BSINews, JakartaUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan mengusung tema “Peningkatan Literasi Digital sebagai Mitigasi Dampak Negatif Penggunaan Gawai pada Anak” di lingkungan RT 002/RW 009, Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen, pada Jumat (13/3). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25 warga yang terdiri dari orang tua dan masyarakat setempat.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen menghadirkan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Melalui kegiatan ini, UBSI memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya literasi digital dalam melindungi anak dari dampak negatif penggunaan gawai.

Literasi digital jadi kunci menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat di rumah

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan dipandu oleh Asep Sayfulloh sebagai Master of Ceremony. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua RW setempat yang mengapresiasi kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Sambutan juga disampaikan oleh Kepala Kampus UBSI, Ricki Sastra, yang menegaskan komitmen kampus dalam memberikan solusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Memasuki sesi utama, Ade Suryadi selaku narasumber menyampaikan materi mengenai pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gawai pada anak. Ia menjelaskan bahwa penggunaan gawai tanpa kontrol dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari kecanduan, paparan konten negatif, hingga menurunnya interaksi sosial anak.

“Dengan literasi digital yang baik, masyarakat dapat mengenali dan menghindari informasi yang tidak sesuai atau berpotensi merugikan, serta mampu membimbing anak dalam menggunakan teknologi secara bijak,” jelasnya dalam keterangan rilis Jumat (13/3).

Baca juga: Dari Administrasi ke Profesionalisme, UBSI Latih Guru Kelola Keuangan Sekolah

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai keamanan digital, etika bermedia sosial, serta cara mengidentifikasi dan menghindari informasi hoaks. Materi ini menjadi penting mengingat tingginya arus informasi di era digital yang sering kali tidak terverifikasi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, termasuk diskusi dan tanya jawab yang membahas pengalaman nyata dalam penggunaan gawai di lingkungan keluarga. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap edukasi literasi digital.

Salah satu dosen yang terlibat dalam kegiatan ini juga menyampaikan harapannya agar edukasi ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. “Kami berharap para orang tua dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk mendampingi anak dalam menggunakan gawai secara bijak, sehingga tercipta lingkungan digital yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UBSI berharap literasi digital masyarakat semakin meningkat dan mampu menciptakan pola penggunaan teknologi yang lebih positif di lingkungan keluarga. (Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.