Dulu Diremehkan, Kini Jadi Programmer Diskominfo: Kisah Alumni UBSI Kampus Solo yang Menginspirasi
BSINews, Solo — Tidak semua perjalanan menuju kesuksesan dimulai dari kondisi yang ideal. Hal ini tergambar dari kisah Wahyu Tri Cahyono, alumni Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Solo yang kini berkarier sebagai programmer di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Kabupaten Bantul.
Berasal dari keluarga sederhana di pelosok desa dengan kondisi ekonomi yang terbatas, Wahyu tumbuh dalam lingkungan yang penuh tantangan. Ia bahkan pernah merasa diremehkan dan tertinggal dibandingkan orang lain. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi titik balik yang membentuk mentalnya menjadi lebih kuat.
Perubahan terbesar dalam hidup Wahyu dimulai dari pola pikir. Ia menyadari bahwa tidak ada yang bisa mengubah nasibnya selain dirinya sendiri. Prinsip untuk mampu berdiri di kaki sendiri yang ditanamkan oleh ayahnya menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai kesulitan.
Dari ibunya, ia juga belajar tentang empati, kesabaran, serta pentingnya menerima emosi sebagai bagian dari proses kehidupan. Nilai-nilai tersebut membentuk karakter yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan mampu bertahan dalam situasi sulit.
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Alumni UBSI Kampus Solo Kini Jadi Programmer di Instansi Pemerintah
Sejak duduk di bangku SMK, Wahyu sudah terbiasa bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pengalaman tersebut membentuk etos kerja yang tinggi sekaligus kemandirian dalam dirinya.
Ia tidak menunggu kesempatan datang, tetapi berusaha menciptakan peluang melalui kerja keras dan konsistensi. Kehidupan yang penuh keterbatasan justru melatihnya untuk tetap fokus pada tujuan, bukan pada kenyamanan sesaat.
Menurut Wahyu, batasan terbesar bukan berasal dari lingkungan, melainkan dari diri sendiri. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai, bahkan ketika kondisi belum sepenuhnya siap.
Baginya, waktu adalah hal yang tidak bisa ditunda. Mereka yang hanya diam akan tertinggal, sementara mereka yang berani melangkah akan menemukan jalannya sendiri.
Baca juga : WiFi 7 dan Jaringan Kampus Masa Depan: Kecepatan Tinggi Jadi Standar Baru di Era Digital
Melalui pengalamannya, Wahyu memberikan pesan kepada mahasiswa dan generasi muda agar tidak menyia-nyiakan waktu yang dimiliki. Ia mendorong untuk mulai mencoba hal baru, mengembangkan keterampilan, serta berani keluar dari zona nyaman.
“Waktu kalian masih panjang. Mulailah dari sekarang, jangan hanya terjebak dalam rutinitas. Dunia tidak akan menunggu siapa pun,” ujarnya.
Kisah Wahyu Tri Cahyono menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Dengan mindset yang tepat, kerja keras, dan keberanian untuk memulai, setiap orang memiliki peluang yang sama untuk mencapai masa depan yang lebih baik.
Hal ini juga sejalan dengan komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan dunia kerja.