Melek Konten Digital, Ibu PKK Cibubur Didorong Lebih Cerdas Kelola Informasi

0 27

BSINews, Jakarta – Dalam upaya meningkatkan literasi digital masyarakat, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi pengelolaan konten ekonomi kreatif bagi ibu-ibu PKK di wilayah Cibubur, Jakarta Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (12/4) ini diikuti oleh ibu-ibu PKK yang aktif menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Program ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan menyaring informasi, memahami konten ekonomi kreatif, serta memanfaatkan media sosial secara lebih bijak dan produktif.

UBSI hadirkan edukasi ekonomi kreatif agar masyarakat lebih bijak dan produktif di media sosial

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga membuka peluang dalam pengembangan ekonomi kreatif. Namun demikian, tanpa literasi digital yang memadai, masyarakat berpotensi terpapar informasi yang menyesatkan, terutama terkait promosi produk, investasi, maupun tren digital.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai cara mengidentifikasi konten yang kredibel, mengenali karakteristik informasi yang akurat, serta memahami istilah-istilah ekonomi yang sering muncul di media sosial seperti discount, cashback, hingga affiliate. Selain itu, peserta juga diajak untuk berdiskusi dan melakukan praktik sederhana agar mampu mengaplikasikan materi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Konten Kreatif, Peluang Terbuka! UBSI Bekali UMKM Cibubur Lewat Shopee Affiliate

Ketua pelaksana kegiatan, Dini Inasyah Alfaridah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di era digital. Dalam keterangannya, ia menjelaskan, “Kegiatan ini kami rancang untuk membantu ibu-ibu PKK agar lebih memahami cara mengelola informasi digital, sehingga tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memanfaatkan media sosial sebagai peluang dalam ekonomi kreatif.” Ujarnya dalam keterangan rilis Minggu (12/4).

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama dalam sesi diskusi interaktif. Mereka aktif bertanya terkait cara membedakan konten yang bermanfaat dan bagaimana memanfaatkan media sosial secara lebih aman dan produktif.

Sebagai penutup, salah satu dosen dalam tim pengabdian, Zaky Zhafran, turut menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan kegiatan ini. Dalam penyampaiannya, ia menuturkan, “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang, sehingga masyarakat semakin cakap digital, mampu memilah informasi dengan bijak, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana peningkatan kesejahteraan.” Ucapnya (Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.