Drama Daftar Pustaka yang Tak Kunjung Rapi, Diselesaikan Lewat Mendeley

0 19

BSINews, Bogor – Menulis tugas akhir sering kali bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling tahan menghadapi revisi. Salah satu yang paling bikin pusing bukan isi, tapi hal yang kelihatannya sepele, daftar pustaka yang berantakan, sitasi yang salah, dan rasa waswas takut dianggap plagiat.

Dari keresahan itu, Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Bogor sukses menggelar workshop bertajuk “Mendeley for SIA: Kelola Referensi, Wujudkan Karya Ilmiah Berkualitas” Selasa (7/4). Sebuah kelas yang kalau boleh jujur, jadi penyelamat diam-diam bagi banyak mahasiswa yang sering kalah di bagian “rapihin referensi”.

Baca juga: Mahasiswa SIA UBSI Kampus Sukabumi Ikuti Workshop Mendeley untuk Tingkatkan Kualitas Karya Ilmiah

Workshop ini menghadirkan Candra Agustina, Ketua Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Solo, yang membedah satu hal penting yang sering diremehkan mahasiswa bahwa referensi bukan sekadar formalitas, tapi fondasi kredibilitas akademik.

Di ruang itu, pembahasan jadi terasa dekat. Bukan teori tinggi yang sulit dicerna, tapi masalah sehari-hari mahasiswa. Mulai dari kebiasaan copy-paste referensi tanpa cek ulang, format sitasi yang berubah-ubah, sampai daftar pustaka yang niatnya rapi tapi malah bikin dosen geleng kepala.

Sambutan pembuka dari Raja Sabarudin selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Pontianak menggarisbawahi satu hal penting bahwa di era digital, mahasiswa bukan hanya dituntut paham materi, tapi juga harus cerdas memanfaatkan tools yang ada. Karena kadang, yang bikin tugas akhir selesai bukan cuma niat, tapi strategi.

Workshop ini kemudian dipandu oleh Angga Ardiansyah sebagai moderator sekaligus Ketua Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Tegal, yang menjaga diskusi tetap hidup dan yang paling penting tidak membosankan.

Masuk ke sesi inti, suasana berubah jadi lebih praktis. Mendeley bukan lagi sekadar nama aplikasi yang sering didengar, tapi benar-benar dipahami cara kerjanya. Dari instalasi, bikin akun, sampai menghubungkannya ke Microsoft Word lewat plugin Mendeley Cite.

Di titik ini, banyak mahasiswa mulai sadar, ternyata bikin sitasi otomatis itu bukan “ilmu langit”. Tinggal klik, atur, dan sistem yang bekerja. Sesederhana itu. Dan agak nyesek juga karena selama ini ribet sendiri.

Yang menarik, workshop ini tidak berhenti di teori. Ada sesi praktik langsung yang bikin mahasiswa benar-benar mencoba. Dari nol, sampai akhirnya bisa menghasilkan daftar pustaka otomatis yang rapi, konsisten, dan yang paling penting tidak bikin dosen naik tekanan darah.

Pada akhirnya, kegiatan ini bukan cuma soal belajar aplikasi. Tapi soal mengubah cara pandang. Bahwa menulis karya ilmiah bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tapi proses membangun integritas.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Asah Keterampilan Sitasi, Workshop Mendeley Bekali Penulisan Ilmiah Lebih Akurat

Karena di dunia akademik, kejujuran itu bukan cuma soal tidak mencontek. Tapi juga soal bagaimana kita menghargai sumber, merapikan proses, dan bertanggung jawab atas apa yang kita tulis.

Dan mungkin, setelah workshop ini selesai, mahasiswa tidak lagi melihat daftar pustaka sebagai bagian paling menyebalkan dari tugas akhir. Tapi sebagai tanda bahwa mereka benar-benar sedang belajar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.