UBSI Perkuat Kolaborasi Global, Dukung Inovasi Green Engineering untuk Hadapi Perubahan Iklim

0 29

BSINews, JakartaUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif turut ambil bagian dalam forum internasional bertajuk RI–EU Science and Technology Collaboration for Climate Resilience Forum: Applied Science and Technology for Sustainable Climate Solutions yang digelar pada Rabu (22/4) di Grha Diktisaintek Auditorium, Jakarta Pusat.

Partisipasi dalam Forum RI–Uni Eropa Jadi Langkah Strategis Perluas Riset dan Solusi Berkelanjutan

Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Uni Eropa, khususnya di bidang sains, teknologi, dan lingkungan. Forum ini juga mendorong inovasi berbasis riset sebagai solusi nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global yang semakin kompleks.

Sebanyak 80 perwakilan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk UBSI yang diwakili oleh Kepala Kantor Urusan Internasional. Kehadiran berbagai institusi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengembangan green engineering di Indonesia.

Acara dibuka dengan sambutan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Brian Yuliarto, yang menekankan pentingnya kolaborasi global dalam pengembangan sains dan teknologi. Selain itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi serta Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Prof. Dr. Eng. Yudi Darma turut memberikan pandangan mengenai pentingnya kerja sama internasional.

Baca juga: UBSI dan University of Northern Philippines Perkuat Kolaborasi, Program Faculty Exchange Siap Digelar

Kepala Kantor Urusan Internasional UBSI, Jimmi, menyampaikan bahwa keikutsertaan UBSI dalam forum ini merupakan langkah konkret dalam memperluas jejaring global dan meningkatkan kontribusi akademik.

“Partisipasi UBSI dalam forum ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung kolaborasi internasional di bidang sains dan teknologi, khususnya dalam pengembangan green engineering,” ujar Jimmi dalam keterangan rilis Rabu (22/4).

Ia menambahkan bahwa forum ini membuka peluang besar untuk pengembangan riset bersama yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Kami berharap kerja sama seperti ini dapat membuka peluang riset bersama serta meningkatkan kapasitas akademik dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi,” tambahnya.

Selain sesi pembukaan, forum ini juga menandai peluncuran EU Green Engineering Hub sebagai pusat kolaborasi inovasi teknologi ramah lingkungan antara Indonesia dan Uni Eropa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan para pakar dari dalam dan luar negeri untuk membahas solusi berkelanjutan berbasis teknologi.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta pertukaran pengetahuan yang konstruktif serta penguatan kerja sama internasional guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan inovasi di bidang green engineering.(Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.