Dari Panggung Silat ke Panggung Digital, UBSI Dorong Pesilat Bangun Personal Branding
BSINews, Depok – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI Kampus Depok menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema pengembangan personal branding sebagai peluang usaha di era digital. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (19/4) di komunitas Pencak Silat Walet Puti, Pangkalan Jati Baru, Cinere.
Bukan Sekadar Bela Diri, Komunitas Walet Puti Diajak Jadi Personal Brand yang Bernilai
Kegiatan ini melibatkan tim dosen dari Program Studi Bisnis dan Ekonomi, yakni Chanissa Purwaningrum, Turiman, Tantri Anggraini, dan Sabaruddin Siagian, serta didukung oleh mahasiswa Adila Salsabila Naifa dan Audy Salsabilla Putri Mahawira. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya membangun citra diri yang positif, kreatif, dan bertanggung jawab di media sosial.
Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan secara interaktif dengan membahas konsep dasar personal branding hingga penerapannya dalam kehidupan digital. Peserta diajak memahami bahwa personal branding bukan sekadar menampilkan kemampuan, tetapi juga membangun identitas, reputasi, dan nilai diri yang dapat membuka peluang lebih luas, termasuk dalam bidang usaha.
Ketua tim pelaksana, Chanissa Purwaningrum, menjelaskan bahwa di era digital, personal branding menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi muda.
“Personal branding bukan hanya soal tampil di media sosial, tetapi bagaimana seseorang mampu menunjukkan karakter, nilai, dan keahlian yang dimiliki secara konsisten,” ujarnya dalam keterangan rilis Minggu (19/4).
Baca juga: Dari Manual ke Digital, UBSI Sulap Pembukuan Koperasi Jadi Lebih Canggih
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, YouTube, hingga LinkedIn yang dapat dimanfaatkan untuk membangun citra diri secara efektif. Dalam sesi ini, peserta diberikan contoh strategi konten serta cara membangun interaksi dengan audiens.
Tidak hanya peluang, peserta juga diajak memahami tantangan dalam dunia digital, seperti menjaga konsistensi konten, menghadapi kritik, serta menjaga privasi. Diskusi interaktif membuat peserta semakin aktif dalam berbagi pengalaman dan pandangan terkait penggunaan media sosial.
Melalui kegiatan ini, diharapkan komunitas pesilat Walet Puti mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jaringan, meningkatkan kepercayaan diri, serta membuka peluang usaha berbasis personal branding.
Di akhir kegiatan, Chanissa juga menyampaikan harapannya agar ilmu yang diberikan dapat diterapkan secara nyata.
“Kami berharap peserta dapat mengembangkan personal branding yang kuat sehingga mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan nilai diri di era digital,” tutupnya. (Niken)