Dari Posyandu ke Kampung Hijau, Kader Belajar Manfaatkan Teknologi untuk Sanitasi
BSINews, Tangerang – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui dosen Fakultas Teknik dan Informatika menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema penyuluhan teknologi informasi untuk membentuk kampung hijau melalui pemberdayaan sanitasi berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (26/4) di Posyandu Mawar A RW 13, Kelurahan Sukasari, Tangerang.
Penyuluhan UBSI Dorong Kader Posyandu Jadi Agen Perubahan Lingkungan Berbasis Digital
Kegiatan ini diikuti oleh 20 kader Posyandu Mawar A yang memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan masyarakat. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kader terkait pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pengelolaan sanitasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua Posyandu Mawar A, Dra. Hj. Yoyoh Fathurahmah, kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari ketua pelaksana Aji Sudibyo mengenai pentingnya integrasi teknologi dalam pengelolaan sanitasi di tingkat komunitas.
Materi utama disampaikan oleh Sopyan yang menekankan pentingnya kolaborasi antara teknologi, kesehatan, dan lingkungan dalam menciptakan kampung hijau yang berkelanjutan.
“Sanitasi yang buruk adalah akar dari berbagai penyakit, terutama pada anak-anak. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, kader dapat berperan sebagai sistem peringatan dini terhadap permasalahan lingkungan di sekitarnya,” ujarnya dalam keterangan rilis Sabtu (26/4).
Baca juga: Santri TPA Kini Melek Teknologi, Belajar Mail Merge hingga Administrasi Digital
Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi dapat mempermudah proses pelaporan dan pemantauan kondisi sanitasi secara lebih cepat dan akurat.
“Melalui pelatihan ini, kader diajarkan memanfaatkan aplikasi digital, media sosial, hingga grup komunikasi sebagai sarana edukasi dan pelaporan kondisi lingkungan. Data yang akurat akan mempermudah mewujudkan kampung hijau yang terukur,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung seperti digitalisasi data sanitasi, pembuatan konten edukasi, serta sistem pelaporan cepat berbasis teknologi. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan keterlibatan dalam sesi praktik.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman baru terkait pemanfaatan teknologi dalam kegiatan sehari-hari. Ia merasa kini dapat lebih mudah melaporkan permasalahan lingkungan hanya melalui perangkat digital yang dimiliki.
Melalui kegiatan ini, UBSI berharap para kader Posyandu dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat serta mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, Sopyan menyampaikan harapannya agar program ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan di wilayah lain.
“Kami berharap kader Posyandu dapat terus memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya. (Niken)