Pintar Pakai AI, Bukan Malah Dikendalikan! Mahasiswa Edukasi Siswa SMP soal Teknologi
BSINews, Depok – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin pesat dan telah merambah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif yang tergabung dalam Kelompok 2 menggelar kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bertema “Pintar dengan AI, bukan dikendalikan AI” di SMP Setia Negara, Sawangan, Depok, Kamis (30/4).
PKM literasi digital dorong pelajar gunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital siswa agar mampu memanfaatkan teknologi AI secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam proses belajar. Dalam pelaksanaannya, siswa diperkenalkan pada konsep dasar AI, manfaat, serta risiko penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu poin utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah pentingnya menjadikan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai “joki tugas”. Mahasiswa menekankan bahwa AI dapat digunakan untuk mencari referensi, memahami materi, hingga mengembangkan ide, namun tidak boleh menggantikan proses berpikir siswa.
Perwakilan pemateri, Fadly Sastra Wijaya, menjelaskan bahwa penggunaan AI secara berlebihan dapat berdampak pada menurunnya kemampuan analisis dan kreativitas siswa.
“AI seharusnya membantu proses belajar, bukan menggantikan usaha kita. Kalau terlalu bergantung, justru kita kehilangan kesempatan untuk berkembang,” ujarnya dalam keterangan rilis Kamis (30/4).
Baca juga: Melek HAM Sejak Sekolah! Mahasiswa UBSI Kampus BSD Edukasi Siswa SMKN 2 Tangsel
Selain itu, kegiatan ini juga membahas berbagai tantangan penggunaan AI di kalangan pelajar, seperti kecenderungan menerima informasi tanpa verifikasi serta meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi. Melalui diskusi interaktif, siswa diajak untuk lebih kritis dalam menilai informasi yang dihasilkan oleh AI.
Salah satu siswa peserta mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan ini. Ia menuturkan,
“Saya jadi lebih paham bahwa tidak semua jawaban dari AI itu benar, jadi harus tetap dicek dan dipahami dulu sebelum digunakan,” tuturnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang aktif dan komunikatif. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat menjadi pengguna teknologi yang cerdas, yaitu mampu memanfaatkan AI secara optimal tanpa kehilangan kendali dalam proses belajar.
Kegiatan PKM ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam memberikan edukasi literasi digital kepada generasi muda, agar mampu menghadapi perkembangan teknologi dengan sikap bijak dan bertanggung jawab. (Niken)