Belajar Kebebasan dengan Cara Seru, Siswa Diajak Pahami Pentingnya Aturan Sejak Dini
BSINews, Depok – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Kebebasan Tanpa Batas dan Aturan yang Menjaga” di MI-MTs Hayatul Ilmi dan SMK Yazvien 139, Depok, pada Sabtu (9/5). Kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh antusiasme dari para siswa yang mengikuti seluruh rangkaian acara di dalam kelas.
Kegiatan dipimpin oleh ketua tim PKM, Dendy Tirtanata bersama anggota tim Rifat Dewanto, Salsa Akromatudaryah, Adam Riqly Apostolovo, Fika Elvira Putri, Keirrenina Hanazwah, Annisa Dhea Athena, Muhammad Syam Rizqy Saputra, dan Rifky Syakhi Hidayat. Seluruh tim berkolaborasi memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya memahami kebebasan secara bijak dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Tim PKM hadirkan edukasi interaktif tentang kebebasan dan tanggung jawab melalui diskusi hingga games edukatif di kelas
Dalam pemaparan materi, tim PKM menjelaskan pengertian kebebasan, dampak dari kebebasan tanpa aturan, hubungan antara kebebasan dan tanggung jawab, hingga contoh penerapannya di lingkungan sekolah. Materi tersebut dipilih karena masih banyak siswa yang menganggap kebebasan berarti dapat melakukan apa saja tanpa memikirkan dampaknya terhadap orang lain maupun lingkungan sekitar.
Ketua tim PKM, Dendy Tirtanata, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman kepada siswa agar lebih bijak dalam menggunakan kebebasan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak siswa memahami bahwa kebebasan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab agar tercipta lingkungan sekolah yang tertib, aman, dan nyaman bagi semua,” ujarnya dalam keterangan rilis Sabtu (9/5).
Baca juga: Sekali Klik, Konten Jadi Menarik! Warga Cikoko Diajak Kuasai AI untuk Promosi Digital
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan games edukatif yang membuat suasana belajar menjadi lebih seru. Para siswa terlihat aktif memberikan pendapat dan menjawab pertanyaan mengenai contoh kebebasan yang baik di lingkungan sekolah, seperti menghargai pendapat teman, menjaga sikap, dan mematuhi tata tertib sekolah.
Salah satu anggota tim PKM, Salsa Akromatudaryah, berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak positif bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap siswa-siswi dapat memahami arti kebebasan yang sebenarnya dan mampu menerapkannya secara bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, UBSI berharap siswa dapat tumbuh menjadi generasi muda yang disiplin, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta mampu menghargai aturan demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan nyaman bersama.(Niken)