BSINews, Pontianak — Di tengah perkembangan teknologi yang makin cepat, dunia pendidikan tinggi juga ikut beradaptasi dengan berbagai inovasi digital, termasuk dalam urusan publikasi ilmiah. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak sukses menggelar workshop bertajuk “AI-Powered Academic Writing: Strategi Cerdas Percepatan Publikasi Ilmiah” yang diikuti oleh 27 dosen aktif dari berbagai program studi, pada Rabu (13/5).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan UBSI Kampus Kota Pontianak ini menjadi bagian dari program pengembangan kompetensi dosen yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBSI. Workshop tersebut hadir sebagai bentuk komitmen kampus dalam mendukung peningkatan kualitas akademik dan produktivitas publikasi ilmiah dosen di era transformasi digital.
Mengangkat tema yang relevan dengan kebutuhan akademik saat ini, workshop ini mendapat sambutan antusias dari para peserta. Selama kegiatan berlangsung, para dosen mengikuti sesi materi hingga praktik secara aktif dan interaktif.
Baca juga : 5 Kampus Paling Populer di Pontianak Versi uniRank 2026, Siapa Nomor 1?
Workshop ini menghadirkan Agung Sasongko sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai strategi pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu proses penulisan karya ilmiah secara lebih efektif dan efisien.
Agung Sasongko menyampaikan bahwa AI saat ini dapat menjadi “partner kerja” bagi dosen dalam mempercepat proses penulisan akademik, asalkan digunakan secara bijak dan tetap memperhatikan etika ilmiah.
“AI bukan untuk menggantikan kemampuan dosen dalam menulis karya ilmiah, tetapi menjadi alat bantu untuk mempermudah proses riset dan penulisan. Yang paling penting adalah bagaimana dosen tetap melakukan validasi, analisis, dan pengembangan ide secara mandiri agar kualitas akademiknya tetap terjaga,” jelas Agung Sasongko saat menyampaikan materi workshop.
Ia juga menjelaskan berbagai teknik penggunaan prompt yang efektif agar AI mampu menghasilkan draft tulisan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan akademik. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengecekan ulang terhadap referensi, data, serta isi tulisan sebelum artikel dikirim ke jurnal ilmiah.
Materi yang dibahas mencakup pengenalan platform AI untuk kebutuhan akademik, teknik membuat prompt yang tepat untuk menghasilkan tulisan ilmiah berkualitas, hingga cara melakukan validasi konten agar tetap sesuai dengan standar akademik dan etika publikasi ilmiah.
Workshop AI Academic Writing Dorong Dosen Lebih Produktif
Tidak hanya itu, peserta juga diberikan demonstrasi langsung terkait penggunaan AI dalam menyusun kerangka tulisan, mengelola referensi, hingga menyempurnakan naskah sebelum dikirim ke jurnal ilmiah. Penyampaian materi yang santai namun aplikatif membuat para peserta lebih mudah memahami cara memanfaatkan AI sebagai alat bantu produktif dalam aktivitas akademik sehari-hari.
LPPM UBSI kampus Pontianak menilai bahwa perkembangan teknologi AI saat ini tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan tinggi, termasuk dalam mendukung produktivitas penelitian dan publikasi dosen. Karena itu, workshop ini dihadirkan sebagai upaya untuk membantu dosen agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan tetap memperhatikan integritas akademik dalam setiap karya ilmiah yang dihasilkan.
Selain memberikan pemahaman teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi para dosen untuk berbagi pengalaman terkait tantangan dalam proses publikasi ilmiah. Mulai dari menentukan topik penelitian, mencari referensi yang relevan, hingga menghadapi proses submit dan revisi jurnal menjadi topik yang cukup banyak dibahas selama workshop berlangsung.
Muhammad Sony Maulana selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Sistem Informasi UBSI Kampus Pontianak menyampaikan bahwa kemampuan publikasi ilmiah saat ini menjadi salah satu kompetensi penting yang harus terus dikembangkan oleh dosen.
“Publikasi ilmiah bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan reputasi institusi. Karena itu, pemanfaatan AI secara tepat dapat menjadi solusi untuk membantu dosen lebih produktif dalam menghasilkan karya ilmiah,” ujarnya.
LPPM UBSI juga berharap workshop seperti ini mampu mendorong semangat dosen untuk lebih aktif menghasilkan publikasi ilmiah baik di jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi. Dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas publikasi, diharapkan kontribusi dosen UBSI dalam pengembangan ilmu pengetahuan juga semakin luas.
Baca juga : Mahasiswi UBSI Kampus Pontianak Raih Gelar Duta Lingkungan Kalimantan Barat 2026
Kegiatan workshop ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran LPPM UBSI. Latifah selaku staf LPPM UBSI turut memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar mulai dari persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Selama workshop berlangsung, suasana diskusi terlihat cukup hidup. Para peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang mereka hadapi dalam proses publikasi ilmiah, terutama dalam membagi waktu antara aktivitas mengajar dan penulisan artikel jurnal.
Melalui kegiatan ini, LPPM UBSI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak pengembangan kapasitas akademik dosen di lingkungan UBSI Kampus Kota Pontianak. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkala dengan tema-tema yang menyesuaikan perkembangan teknologi, riset, dan kebutuhan dunia pendidikan tinggi saat ini.
Diharapkan, setelah mengikuti workshop ini, para dosen mampu mengimplementasikan strategi AI-powered academic writing secara efektif dalam proses penulisan karya ilmiah mereka. Dengan begitu, target percepatan publikasi ilmiah dapat tercapai secara lebih optimal dan berkelanjutan demi mendukung kemajuan UBSI dan dunia pendidikan tinggi Indonesia.