Belajar Toleransi Jadi Lebih Seru! Mahasiswa UBSI Kampus Kaliabang Hadirkan Edukasi Interaktif di TPA
BSINews, Jakarta – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kaliabang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen menggelar kegiatan sosialisasi mengenai toleransi beragama di TPA Masjid An-Najibah pada Selasa (20/5). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada anak-anak usia dini mengenai pentingnya hidup berdampingan dan saling menghormati meski memiliki perbedaan keyakinan.
Anak-anak TPA Masjid An-Najibah Diajak Pahami Arti Menghargai Perbedaan Sejak Dini
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswanya untuk aktif berkontribusi melalui kegiatan edukatif di lingkungan masyarakat. Delapan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Muthia Shopie, Mahasari Nona Kartika, Indri Annafia, Elsa Putri Wahyuni, Adyan Fauzan, Fairuz Fahmy, Fallah Ramadhan, dan Dinar Juniarko.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa mengemas materi toleransi beragama melalui metode yang interaktif dan menyenangkan, seperti penyampaian materi edukatif, sesi tanya jawab, pemutaran video pembelajaran, hingga simulasi sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan yang berlangsung.
Baca juga: Mahasiswa UBSI Kampus Kaliabang Tanamkan Etika dan Karakter Positif di SDIT Cahaya Ilmu
Elsa Putri Wahyuni mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan agar anak-anak dapat memahami pentingnya menghargai perbedaan sejak usia dini. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa meskipun berbeda agama, semua orang tetap harus saling menghormati, berteman dengan baik, dan hidup rukun di lingkungan sekitar,” ujarnya dalam keterangan rilis hari Selasa (20/5).
Pihak TPA Masjid An-Najibah juga menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai sejalan dengan pendidikan karakter yang diterapkan kepada para santri. Materi yang diberikan dianggap mampu membantu anak-anak memahami pentingnya toleransi dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sosial.
Sementara itu, Adyan Fauzan berharap kegiatan serupa dapat terus memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter generasi muda. “Semoga nilai-nilai toleransi dan sikap menghargai sesama dapat terus diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat,” ucapnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, pembagian lembar edukatif, serta refleksi singkat mengenai materi yang telah dipelajari selama sosialisasi berlangsung.(Niken)