Suara Generasi Muda Menentukan Masa Depan Bangsa, Mahasiswa UBSI Edukasi Pemilih Pemula
BSINews, Jakarta – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kramat 98 menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Memahami Hak Pilih dan Dipilih bagi Pemilih Pemula” di SDN Pasar Baru 03 Pagi, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/4). Kegiatan ini diikuti siswa kelas 5 dengan penuh antusias dan semangat selama seluruh rangkaian acara berlangsung.
Mahasiswa UBSI Kampus Kramat 98 Ajak Siswa Pahami Hak Pilih dan Bahaya Hoaks Politik Sejak Dini
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menghadirkan kegiatan edukatif yang bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya peran masyarakat dalam sistem demokrasi Indonesia. Sosialisasi ini dipandu oleh mahasiswa Program Studi Manajemen, yakni Inaya, Dwi Raisya Fitri, Saskia Nur Kamilah, Alya Zahwa Sakinah, Laila Safira, Keisya Nur Azzahara, Johanna Safindri Mere, dan Wilhelmina Jawa Hekin.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai hak pilih dan hak dipilih sebagai hak konstitusional warga negara. Selain itu, siswa juga dikenalkan pentingnya partisipasi generasi muda dalam pemilu, cara menjadi pemilih yang cerdas, serta bahaya politik uang dan penyebaran berita hoaks di media sosial.
Baca juga: Mahasiswa UBSI Kampus Tegal Sabet Juara 1 Tari Kreasi Nusantara Piala Wali Kota Tegal 2026
Inaya mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran demokrasi sejak dini. “Kami berharap generasi muda dapat memahami bahwa setiap suara memiliki arti penting dalam menentukan masa depan bangsa,” ujarnya dalam keterangan rilis, Jumat (27/4).
Sementara itu, Dwi Raisya Fitri menambahkan bahwa generasi muda perlu dibekali pemahaman mengenai etika dalam berdemokrasi. “Melalui sosialisasi ini kami ingin mengajak siswa untuk lebih bijak menyikapi perbedaan pendapat serta tidak mudah terpengaruh informasi palsu di media sosial,” ungkapnya.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, permainan edukatif, dan sesi tanya jawab agar peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan. Para siswa terlihat aktif bertanya mengenai tata cara pemilu, syarat menjadi pemilih, hingga pentingnya menjaga persatuan meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian hadiah kepada peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung.(Niken)