UBSI Kampus Cikarang Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Rekrutmen Digital, dari CV ATS sampai Portofolio Online
BSINews, Bekasi – Banyak mahasiswa masuk kuliah dengan satu tujuan yang terdengar sederhana: ingin cepat kerja setelah lulus. Tapi dalam perjalanannya, tidak sedikit yang justru mulai bingung arah. Nilai kuliah berjalan, tugas selesai, organisasi kadang diikuti, tetapi bayangan tentang dunia kerja masih terasa jauh dan samar.
Padahal, dunia rekrutmen hari ini sudah berubah cukup drastis. Bahkan sebelum HRD membaca CV, ada sistem digital yang lebih dulu menilai apakah seorang kandidat layak masuk tahap berikutnya.
Baca juga: UBSI Kampus Tegal Hadirkan Peluang Karier Lewat Seminar Inspiratif dan Rekrutmen Langsung
Fenomena ini semakin terasa di era digital. Banyak perusahaan kini menggunakan Applicant Tracking System atau ATS, yaitu perangkat lunak yang membantu menyaring ribuan pelamar secara otomatis. Sistem ini membaca kata kunci dalam CV, pengalaman organisasi, portofolio digital, hingga kemampuan teknis yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Artinya, lulusan baru tidak lagi hanya bersaing lewat IPK tinggi. Cara menyusun CV, pengalaman proyek, portofolio, kemampuan digital, dan kesesuaian skill dengan kebutuhan industri mulai menjadi faktor penting dalam proses seleksi kerja.
Bagi mahasiswa, perubahan ini menjadi pengingat bahwa dunia kuliah tidak cukup hanya dijalani dengan hadir di kelas dan mengejar nilai akhir. Kuliah perlu dimanfaatkan sebagai ruang untuk membangun pengalaman, mengasah keterampilan, dan menyiapkan identitas profesional sejak dini.
Mahasiswa Teknologi Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang, Reza Mahendra, mengaku baru benar-benar memahami pentingnya kesiapan digital ketika mulai mencoba melamar magang di semester akhir.
“Awalnya saya kira rekruter bakal baca semua CV satu-satu. Ternyata banyak perusahaan pakai sistem screening otomatis. Jadi saya mulai belajar bikin portofolio GitHub, rapihin LinkedIn, dan nyesuaiin CV dengan posisi yang dilamar,” ujar Reza, Jumat (22/5).
Pengalaman seperti Reza kini semakin umum dirasakan mahasiswa. Di bidang Ilmu Komunikasi dan Desain Komunikasi Visual, misalnya, portofolio kreatif sering menjadi penentu penting. Sementara mahasiswa Sistem Informasi dan Teknik Industri dituntut lebih adaptif dengan analisis data, problem solving, serta kolaborasi lintas bidang.
Begitu pula mahasiswa Akuntansi dan Manajemen. Kemampuan menggunakan tools digital, memahami sistem kerja berbasis teknologi, serta mampu membaca data kini tidak lagi dianggap sebagai nilai tambah semata, tetapi mulai menjadi kebutuhan dasar.
Perubahan ini membuat lingkungan kampus memiliki peran yang semakin penting. Mahasiswa tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga ruang untuk mengeksplorasi minat, membangun proyek, mengikuti seminar industri, memperluas jejaring, hingga mengenal ritme kerja nyata.
Di UBSI Kampus Cikarang, suasana akademik seperti ini terus didorong agar dekat dengan keseharian mahasiswa. Kegiatan kampus, kolaborasi antarmahasiswa, bimbingan dosen, hingga penguatan keterampilan digital menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membantu mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja.
Kepala Kampus UBSI Kampus Cikarang, Hasan Basri, mengatakan bahwa tantangan dunia kerja saat ini menuntut mahasiswa lebih fleksibel dan terbiasa mengembangkan kemampuan sejak dini.
“Sekarang perusahaan melihat kemampuan adaptasi, komunikasi, dan pengalaman praktik juga. Karena itu mahasiswa perlu diberi ruang untuk berkembang, mencoba banyak hal, dan mengenali potensinya sejak kuliah,” jelas Hasan, Jumat (22/5).
Menurutnya, kesiapan kerja tidak bisa dibangun secara mendadak menjelang wisuda. Mahasiswa perlu mulai memahami arah karier, membangun portofolio, memperkuat komunikasi profesional, dan membiasakan diri dengan teknologi yang digunakan di dunia industri.
Bagi Gen Z, dunia kerja memang terasa semakin kompetitif. Namun di sisi lain, akses untuk belajar juga jauh lebih terbuka. Skill bisa dikembangkan dari berbagai platform, koneksi profesional bisa dibangun sejak kuliah, dan pengalaman kecil seperti proyek kelas, kepanitiaan, magang, atau karya digital dapat menjadi pembeda saat proses rekrutmen berlangsung.
Pada akhirnya, memilih lingkungan kuliah hari ini bukan lagi sekadar mencari tempat yang nyaman untuk belajar. Lebih dari itu, kampus perlu menjadi ruang yang membantu mahasiswa tumbuh, mengenali kemampuan diri, dan lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja yang terus bergerak cepat.
Baca juga: UBSI Kampus Pontianak Jajaki Kerja Sama dengan PT PKSS, Perkuat Program Magang dan Rekrutmen Alumni
Bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang ingin kuliah di kampus yang dekat dengan kebutuhan industri digital dan mendukung pengembangan skill sejak dini, UBSI membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026.
Informasi program studi, beasiswa, dan pendaftaran dapat diakses melalui https://pmbubsi.id. Karena di dunia kerja yang makin cepat berubah, yang siap lebih awal biasanya punya langkah lebih jauh.