Mahasiswa UBSI Kenalkan Sejarah Lokal untuk Tumbuhkan Nasionalisme
BSINews, Tangerang – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Menanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini melalui Edukasi Sejarah Lokal” di SD Kartini, Kota Tangerang, Kamis (21/5). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah dan budaya lokal sekaligus menumbuhkan rasa bangga serta semangat kebangsaan sejak usia dini.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan mahasiswa melalui kegiatan edukatif di lingkungan masyarakat. Melalui pendekatan yang interaktif, mahasiswa mengenalkan sejarah lokal sebagai bagian penting dari identitas bangsa dan pembentukan karakter generasi muda.
Baca juga: Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Edukasi Toleransi Digital di SMPN 5 Klari
Ketua PKM, Habibah Nuraini, mengatakan bahwa sejarah lokal memiliki peran penting dalam membangun rasa cinta tanah air sejak usia sekolah. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah dan budaya bangsa dapat membantu siswa menghargai perjuangan para pendahulu serta memahami identitas daerahnya.
“Melalui pengenalan sejarah lokal, siswa dapat lebih memahami identitas daerah dan bangsanya. Dengan mengenal sejarah serta budaya yang ada di lingkungan sekitar, diharapkan tumbuh rasa bangga, kepedulian, dan kecintaan terhadap tanah air yang akan menjadi bekal penting bagi mereka di masa depan,” ujar Habibah, dalam keterangnnya, Jumat (22/5).
Materi kegiatan disampaikan oleh tim pemateri yang terdiri dari Ari Setiawan, Gharry Ray Chandra, Paquita Alya Nabila, dan Anggi Istifana. Mereka memberikan edukasi mengenai sejarah lokal, budaya Indonesia, serta nilai-nilai kebangsaan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami siswa.
Ari Setiawan, salah satu pemateri, menjelaskan bahwa pembelajaran sejarah dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan sehingga lebih mudah diterima oleh anak-anak.
“Kami berusaha menyampaikan materi sejarah dengan pendekatan yang interaktif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan cara ini, mereka tidak hanya memahami materi, tetapi juga dapat merasakan bahwa sejarah dan budaya merupakan bagian dari kehidupan mereka,” ujar Ari.
Selain penyampaian materi, mahasiswa juga mengadakan sesi tanya jawab dan kuis edukatif untuk mengukur pemahaman siswa. Berbagai pertanyaan seputar keberagaman budaya Indonesia, sejarah lokal, dan nilai-nilai kebangsaan mendapat respons antusias dari para peserta.
Baca juga: Dosen UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat, Bantu Pokdakan Sebarkan Informasi Digital
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh interaksi. Para siswa terlihat bersemangat mengikuti setiap sesi, termasuk saat menjawab pertanyaan dan berbagi pengetahuan mengenai budaya daerah yang mereka ketahui.
Salah satu siswa peserta kegiatan, Nabila, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas.
“Saya jadi lebih tahu tentang sejarah daerah dan budaya Indonesia. Belajarnya juga seru karena ada kuis dan hadiah, jadi lebih mudah memahami materi yang diberikan,” jelasnya.