Mahasiswa Informatika UBSI Cengkareng Borong Juara BootCamp IT 2026

0 67

BSINews, Bogor – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cengkareng berhasil menyapu bersih posisi juara dalam ajang BootCamp IT 2026 yang digelar pada Senin sampai Selasa, 8-9 Juni 2026 di Hotel Asyana Sentul, Bogor. Kegiatan akademik tahunan yang diinisiasi Prodi Informatika UBSI ini, mengusung tema “Transformasi Digital: Kecerdasan Buatan untuk Solusi Masa Depan”.

Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian pelatihan dan kompetisi yang berfokus pada pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep, namun juga ditantang menghasilkan produk digital yang mampu menjawab kebutuhan nyata di berbagai sektor.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Pamerkan Inovasi AI di IT Bootcamp

Ketua Program Studi Informatika UBSI, Dr. Sumanto, mengapresiasi capaian mahasiswa yang dinilainya mampu menunjukkan kualitas inovasi dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi masa depan.

“Kami melihat lompatan teknologi yang luar biasa dari proyek-proyek mahasiswa hari ini. Penggunaan teknologi mutakhir seperti Edge AI dan integrasi sistem prediksi membuktikan bahwa mahasiswa Informatika UBSI siap menjadi inovator handal yang membawa solusi nyata bagi transformasi digital di Indonesia,” ujar Dr. Sumanto di sela kegiatan BootCamp IT 2026 di Bogor.

Ia menyebut, dominasi prestasi pada gelaran tersebut datang dari mahasiswa UBSI kampus Cengkareng. Berdasarkan penilaian dewan juri, seluruh posisi tiga besar berhasil diraih oleh tim dari kampus tersebut melalui inovasi yang mengangkat isu lingkungan, inklusivitas sosial, hingga kesehatan digital.

Juara pertama diraih oleh proyek SmartWall Guard: Early Mold Prediction System. Inovasi berbasis AI dan Internet of Things (IoT) ini dirancang untuk mendeteksi tingkat kelembapan serta memprediksi pertumbuhan jamur pada dinding bangunan sejak dini sehingga dapat membantu proses perawatan infrastruktur dan properti.

Sementara itu, posisi juara kedua ditempati proyek Signara: Platform Komunikasi Inklusif Real-Time Berbasis Edge AI. Platform ini memanfaatkan teknologi Edge AI untuk menerjemahkan bahasa isyarat secara langsung sehingga dapat membantu komunikasi antara teman tuli dan masyarakat luas dengan respons yang lebih cepat.

“Juara ketiga diraih oleh proyek Facial Skin Detection, sebuah inovasi berbasis computer vision yang mampu menganalisis kondisi kulit wajah secara digital. Solusi tersebut dikembangkan untuk membantu pengguna mengenali permasalahan kulit secara mandiri dengan lebih praktis,” jelasnya.

Menurut Dr. Sumanto, keberhasilan mahasiswa tidak hanya terlihat dari aspek teknis, tapi juga dari kemampuan mereka dalam mengidentifikasi permasalahan dan menghadirkan solusi yang relevan.

“Kami mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada tahap membuat aplikasi atau model teknologi semata. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi itu mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri,” ujarnya.

Baca juga: Asah Skill Digital, HIMSI UBSI Kampus Purwokerto Sukses Gelar UI/UX Bootcamp Perdana

Ia menilai tema transformasi digital yang diangkat dalam BootCamp IT 2026 telah mendorong mahasiswa untuk berpikir lebih luas dan berorientasi pada pemecahan masalah.

“Ketika mahasiswa mampu menghubungkan AI dengan kebutuhan lingkungan, kesehatan, maupun inklusivitas sosial, di situlah proses pembelajaran yang sesungguhnya terjadi. Mereka belajar menjadi problem solver, bukan sekadar pengguna teknologi,” tutur Dr. Sumanto.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif akan terus menghadirkan program-program pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Menurutnya, pengalaman praktik seperti BootCamp menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menciptakan ekosistem belajar yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan inovasi. Harapannya, lulusan UBSI yang terkenal sebagai Kampus Digital Kreatif, tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan solusi dan peluang baru di era digital,” ungkapnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.