BSINews, Bekasi – Program Studi (Prodi) Administrasi Perkantoran Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar Seminar Literasi dan Inklusi Keuangan di Hall C BSI Convention Center, Kaliabang, Bekasi, Selasa (9/6). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan yang bijak sekaligus mengenalkan dunia investasi sejak dini.
Seminar menghadirkan dua narasumber dari sektor pasar modal dan industri keuangan, yakni Hendra Pamungkas Jovianto dari Divisi Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan M. Akbar Pamungkas selaku Campus Support PT Philips Sekuritas. Keduanya membagikan wawasan mengenai pentingnya literasi keuangan, pemanfaatan layanan keuangan formal, hingga peluang investasi yang aman dan bertanggung jawab.
Dalam pemaparannya, Hendra menekankan pentingnya pemahaman finansial bagi generasi muda. Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan menjadi bekal penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.
“Mahasiswa sebagai generasi penerus perlu memiliki pemahaman keuangan yang baik agar mampu mengambil keputusan finansial secara tepat. Literasi keuangan bukan hanya tentang menabung, tetapi juga tentang bagaimana merencanakan masa depan dengan lebih terarah,” ujar Hendra di hadapan peserta seminar.
Ia juga mengingatkan bahwa semakin banyak pilihan layanan keuangan yang tersedia saat ini harus diimbangi dengan kemampuan memahami manfaat dan risikonya. Dengan begitu, masyarakat dapat memanfaatkan produk keuangan secara optimal dan terhindar dari berbagai bentuk investasi yang tidak sesuai ketentuan.
Sementara itu, M. Akbar Pamungkas memperkenalkan pasar modal sebagai salah satu instrumen investasi yang dapat dipelajari sejak masa kuliah. Ia menjelaskan berbagai langkah dasar yang perlu dipahami mahasiswa sebelum mulai berinvestasi.
“Investasi bukan hanya untuk mereka yang sudah memiliki penghasilan besar. Mahasiswa juga bisa mulai belajar menjadi investor sejak dini dengan memahami profil risiko, tujuan investasi, dan memilih instrumen yang sesuai,” kata Akbar.
Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai pasar modal dapat membantu generasi muda membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Selain itu, investasi yang dilakukan secara terencana dapat menjadi salah satu cara mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.
Ketua Prodi Administrasi Perkantoran UBSI, Dr. Idah Yunasih, mengatakan seminar ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam memberikan kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi saat ini.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang administrasi dan profesionalisme kerja, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan pribadi. Kemampuan ini menjadi bekal penting untuk mendukung kemandirian mereka di masa depan,” ujar Dr. Idah.
Baca juga: UBSI Akan Gelar Seminar Personal Branding, Hadirkan Dery Kasisolusi
Ia menambahkan bahwa literasi keuangan kini menjadi salah satu keterampilan yang dibutuhkan di berbagai sektor pekerjaan. Karena itu, perguruan tinggi perlu menghadirkan ruang pembelajaran yang dapat memperluas wawasan mahasiswa di luar kompetensi akademik utama.
“Pemahaman mengenai keuangan dan investasi yang benar akan membantu mahasiswa menjadi individu yang lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi. Kami berharap mereka mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari maupun saat memasuki dunia kerja,” tuturnya.