Keseruan BootCamp IT Batch 5 Prodi Informatika, Mahasiswa Kembangkan AI untuk Pendidikan Hingga Agrikultur

0 52

BSINews, Bogor – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menampilkan inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan dalam ajang BootCamp IT Batch 5 yang berlangsung pada Selasa dan Rabu, 9-10 Juni 2026 di Hotel Asyana Sentul, Bogor.

BootCamp IT menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide dan menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) serta Machine Learning dalam menjawab berbagai tantangan nyata. Selama dua hari, peserta mengikuti karantina intensif untuk merancang purwarupa teknologi yang dapat diterapkan pada sektor industri, pendidikan, hingga pertanian.

Baca juga: BootCamp IT UBSI Lahirkan Inovasi AI untuk Berbagai Sektor

Ketua Prodi Informatika UBSI, Dr. Sumanto, menilai karya yang dihasilkan mahasiswa menunjukkan kemampuan analisis yang semakin matang. Menurutnya, para peserta tidak hanya mampu membangun teknologi, tetapi juga memahami kebutuhan yang berkembang di masyarakat dan dunia industri.

“Aplikasi dan sistem yang dirancang para mahasiswa kali ini benar-benar menyentuh aspek penting yang dibutuhkan industri saat ini. Mulai dari pemanfaatan data demografi untuk bisnis, optimasi kualitas pendidikan, hingga sektor agrikultur. Ini membuktikan bahwa talenta digital UBSI siap menjadi problem-solver masa depan,” ujar Dr. Sumanto di sela kegiatan BootCamp IT Batch 5 2026 di Bogor, Rabu (10/6).

Setelah melalui proses penilaian dewan juri, tiga proyek terbaik berhasil terpilih sebagai pemenang. Seluruh karya dinilai memiliki nilai inovasi tinggi serta menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Juara pertama diraih oleh tim dari UBSI kampus Cibitung melalui proyek “Facial Attribute Analysis System for Digital Demographic Classification”. Sistem berbasis computer vision ini mampu mengklasifikasikan karakteristik demografi audiens berdasarkan atribut wajah secara digital sehingga berpotensi membantu industri ritel dan periklanan dalam melakukan analisis pasar yang lebih presisi.

Dr. Sumanto mengatakan bahwa pemanfaatan AI dalam analisis data menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan di era transformasi digital. Menurutnya, kemampuan mahasiswa mengembangkan sistem tersebut menunjukkan kesiapan mereka menghadapi kebutuhan industri berbasis data.

“Kami melihat mahasiswa mulai mampu menggabungkan kemampuan teknis dengan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna. Inilah yang menjadi salah satu tujuan utama pembelajaran di Informatika UBSI, yaitu menciptakan teknologi yang memiliki manfaat nyata,” katanya.

Sementara itu, posisi juara kedua masih diraih mahasiswa UBSI kampus Cibitung melalui “Aplikasi Deteksi Distraksi Belajar Berbasis Machine Learning”. Inovasi ini memanfaatkan kamera dan teknologi pembelajaran mesin untuk memantau tingkat fokus siswa saat mengikuti pembelajaran daring serta mendeteksi gangguan yang dapat mengurangi efektivitas belajar.

Menurut Dr. Sumanto, kehadiran teknologi pendidikan berbasis AI ini menjadi salah satu peluang besar yang dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Ia menilai mahasiswa berhasil menangkap kebutuhan tersebut melalui solusi yang aplikatif.

“Teknologi seharusnya hadir untuk membantu manusia bekerja dan belajar dengan lebih efektif. Ketika mahasiswa mampu menghadirkan solusi di bidang pendidikan, itu menunjukkan bahwa mereka memahami bagaimana AI dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Adapun juara ketiga diraih oleh tim dari UBSI kampus Kaliabang melalui proyek “Klasifikasi Penyakit Daun Tanaman Tomat”. Sistem ini menggunakan pemindaian visual berbasis AI untuk mengidentifikasi penyakit pada daun tomat secara cepat sehingga dapat membantu petani melakukan penanganan lebih dini dan mengurangi risiko gagal panen.

Baca juga: Mahasiswa Informatika UBSI Cengkareng Borong Juara BootCamp IT 2026

Keberhasilan mahasiswa dari UBSI kampus Cibitung dan Kaliabang tersebut menunjukkan pemerataan kualitas inovasi di lingkungan UBSI. Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mencetak talenta digital yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi global.

“BootCamp IT bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Kami ingin lulusan UBSI menjadi inovator yang mampu menghadirkan solusi teknologi cerdas untuk berbagai sektor kehidupan,” pungkas Dr. Sumanto.

Melalui program seperti BootCamp IT, UBSI terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang berdampak nyata. Semangat riset dan pengembangan teknologi yang tumbuh dari kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak solusi digital yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa di masa depan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.