Adu Inovasi AI Mahasiswa UBSI, Ciptakan Asisten Tuna Netra dan Pemindai Kulit

0 25

BSINews, Bogor – Program Studi (Prodi) Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses menggelar BootCamp IT 2026 Batch 6 di Hotel Asyana Sentul, Bogor, pada Rabu hingga Kamis, 10 dan 11 Juni 2026. Kompetisi intensif bertema “Transformasi Digital: Kecerdasan Buatan Untuk Solusi Masa Depan” ini melahirkan berbagai inovasi teknologi yang humanis.

Dalam ajang tahunan tersebut, para mahasiswa dari berbagai kampus cabang ditantang merancang aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan deep learning. Fokus karya mereka kali ini menyasar pada aspek inklusivitas sosial, kesehatan masyarakat, hingga gaya hidup sehat.

Baca juga: Mahasiswa Informatika UBSI Cengkareng Borong Juara BootCamp IT 2026

Ketua Prodi Informatika UBSI, Dr. Sumanto mengapresiasi tinggi kepekaan sosial serta penguasaan teknologi para peserta. Menurutnya, karya-karya yang dipamerkan membuktikan bahwa mahasiswa tidak sekadar memahami teori perkuliahan, melainkan juga mampu membaca kebutuhan masyarakat.

“Inovasi yang lahir di Batch 6 ini menunjukkan kematangan mahasiswa dalam memanfaatkan deep learning dan object detection. Mereka tidak hanya membuat program, tetapi menciptakan solusi masa depan yang punya dampak sosial nyata,” ujar Dr. Sumanto di Bogor, Kamis (11/6).

Setelah melalui penilaian ketat dari dewan juri, aplikasi asisten visual untuk tuna netra karya mahasiswa UBSI kampus Bekasi berhasil keluar sebagai Juara 1. Alat bantu ini memanfaatkan teknologi object detection secara real-time untuk membantu penyandang disabilitas netra mengenali kondisi sekitar.

Sementara itu, posisi Juara 2 diraih oleh tim UBSI kampus Sukabumi lewat aplikasi DermaScan Assistant yang mampu mendeteksi dini penyakit kulit melalui pemindaian foto. Posisi ketiga ditempati oleh UBSI kampus Kaliabang dengan aplikasi pemindai kandungan nutrisi pada makanan khas Indonesia.

Baca juga: Keseruan BootCamp IT Batch 5 Prodi Informatika, Mahasiswa Kembangkan AI untuk Pendidikan Hingga Agrikultur

Keberhasilan karya dari berbagai cabang ini membuktikan meratanya ekosistem riset teknologi di lingkungan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif. Dr. Sumanto menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk terus menyelenggarakan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan global.

“Melalui program aplikatif seperti BootCamp IT ini, kami konsisten mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap menghadirkan solusi cerdas bagi kemajuan industri,” lanjutnya.

Rangkaian program BootCamp IT ini dipastikan akan terus bergulir ke gelombang-gelombang selanjutnya. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak talenta digital berbakat yang siap mengakselerasi transformasi teknologi di tanah air.

Leave A Reply

Your email address will not be published.