BSINews, Pontianak – Sebanyak 135 mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak mengikuti kegiatan Sertifikasi Kompetensi dengan skema Programmer dan Analis Program yang dilaksanakan pada 9–10 Januari 2025. Peserta berasal dari Program Studi Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, dan Informatika.
Kegiatan sertifikasi ini menjadi salah satu upaya kampus dalam meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang teknologi informasi. Melalui proses asesmen yang dilakukan oleh asesor kompetensi, mahasiswa diuji berdasarkan standar kompetensi yang berlaku untuk memastikan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki telah memenuhi kebutuhan industri.
Selama pelaksanaan sertifikasi, peserta mengikuti berbagai tahapan asesmen yang meliputi verifikasi portofolio, uji praktik, serta wawancara kompetensi sesuai dengan unit-unit kompetensi pada masing-masing skema. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para mahasiswa yang ingin memperoleh pengakuan kompetensi secara profesional.
Sertifikasi Kompetensi Jadi Bekal Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Hadapi Dunia Kerja
Muhammad Sony Maulana selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi Universitas BSI Kampus Pontianak sekaligus asesor sertifikasi kompetensi mengatakan bahwa sertifikasi kompetensi memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Melalui sertifikasi kompetensi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengakuan atas kemampuan yang dimiliki, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk mengukur kesiapan mereka berdasarkan standar yang digunakan di dunia industri. Hal ini menjadi nilai tambah yang penting ketika mereka memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian dari komitmen Universitas BSI dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, lulusan tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki bukti kompetensi yang diakui secara profesional.
“Sertifikasi menjadi salah satu cara untuk memastikan bahwa kompetensi yang dimiliki mahasiswa telah sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah,” tambahnya.
Baca juga : UBSI Kampus Tasikmalaya Dorong Publikasi Internasional Lewat Sharing Session Riset
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam memasuki dunia profesional, sekaligus mampu menunjukkan kompetensi yang dimiliki melalui sertifikat yang diakui secara nasional.
Sejalan dengan komitmennya sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas BSI terus mendorong berbagai program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Kegiatan sertifikasi kompetensi menjadi salah satu langkah nyata dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi di era transformasi digital.