UBSI Jadi Rujukan SPMI, STTI NIIT Belajar Budaya Mutu ke Kampus Digital Kreatif
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi rujukan dalam pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Hal ini ditandai dengan kunjungan benchmarking Sekolah Tinggi Teknologi Informasi NIIT (STTI NIIT) ke Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA) UBSI pada Kamis (11/6), berdasarkan rekomendasi LLDIKTI Wilayah III.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan UBSI ini menjadi wadah berbagi praktik terbaik dalam implementasi SPMI, penguatan budaya mutu, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung tata kelola pendidikan tinggi yang berkelanjutan.
Baca juga:Perkuat Mutu Akademik, Prodi Perhotelan Matangkan Persiapan Akreditasi
UBSI Jadi Rujukan SPMI, STTI NIIT Belajar Budaya Mutu
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UBSI Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, M.Kom., MM, M.Pd., IPU., ASEAN Eng., Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Diah Puspitasari, M.Kom., Kepala BPMA Lita Sari Marita, M.Kom., serta jajaran pimpinan akademik dan penjaminan mutu UBSI. Sementara dari STTI NIIT hadir Wakil Ketua Bidang Akademik Dr. Harjono Padmono Putro, S.T., M.Kom., Wakil Ketua Bidang Non Akademik Hari Setiyani, S.T., M.Kom., Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Abdul Jamil, S.Kom., M.M., dan jajaran terkait.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik UBSI, Dr. Diah Puspitasari, menegaskan bahwa budaya mutu merupakan fondasi penting dalam pengelolaan perguruan tinggi modern.
“Mutu tidak dapat dibangun secara instan. Diperlukan komitmen, sistem yang kuat, evaluasi yang berkesinambungan, serta kemauan untuk terus belajar dari praktik-praktik terbaik. Kami menyambut baik kunjungan STTI NIIT sebagai bagian dari semangat bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia,” ujarnya.
Pada sesi utama, perwakilan LLDIKTI Wilayah III, Prima Satria S.E,.M.M memaparkan pola pembinaan SPMI yang diterapkan kepada perguruan tinggi melalui mekanisme Verifikasi dan Validasi Implementasi SPMI serta Reviu Eksternal SPMI (Tipologi SPMI).
Selanjutnya, Kepala BPMA UBSI, Lita Sari Marita, mempresentasikan strategi pengembangan budaya mutu yang diterapkan di UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, mulai dari implementasi siklus PPEPP, Audit Mutu Internal Berbasis Risiko, pengembangan dokumen mutu, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung monitoring dan evaluasi mutu secara berkelanjutan.
“Tak hanya benchmarking, kegiatan ini juga menghasilkan langkah konkret berupa penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lembaga Penjaminan Mutu STTI NIIT dan BPMA UBSI,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (12/6).
Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Abdul Jamil, S.Kom., M.M. dan Lita Sari Marita, M.Kom., dengan fokus pada pengembangan SPMI, benchmarking, pertukaran praktik baik, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang penjaminan mutu perguruan tinggi.
Wakil Ketua Bidang Akademik STTI NIIT, Dr. Harjono Padmono Putro, mengaku mendapatkan banyak pembelajaran dari sistem yang telah diterapkan UBSI.
“Kegiatan benchmarking ini memberikan banyak wawasan terkait implementasi SPMI, pengelolaan program studi, serta strategi penguatan budaya mutu di perguruan tinggi. Berbagai praktik baik yang diterapkan UBSI menjadi referensi yang sangat berharga bagi STTI NIIT dalam meningkatkan efektivitas tata kelola dan penjaminan mutu institusi,” ungkapnya.
Baca juga:Akreditasi Unggul Jadi Incaran Calon Mahasiswa, Seberapa Penting untuk Masa Depan?
Sementara itu, Rektor UBSI Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi menegaskan bahwa penjaminan mutu harus menjadi budaya yang melekat dalam seluruh aktivitas akademik dan nonakademik.
“Budaya mutu bukan sekadar memenuhi standar, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja seluruh sivitas akademika. Melalui benchmarking dan kerja sama ini, kami berharap dapat memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam membangun sistem penjaminan mutu yang semakin efektif, adaptif, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui kegiatan benchmarking dan penandatanganan PKS ini, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif bersama STTI NIIT menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat implementasi SPMI serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia melalui kolaborasi, inovasi, dan berbagi praktik terbaik secara berkelanjutan.