Mahasiswa UBSI Edukasi Keberagaman dan Cinta Tanah Air Kepada Siswa SDN Tugu 04 Depok

0 9

BSINews, Depok – Tujuh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PM) bertema “Edukasi Keberagaman Indonesia dan Cinta Tanah Air” di SDN Tugu 04 Depok, Rabu (13/5). Kegiatan yang berlangsung pukul 12.00–16.00 WIB itu diikuti siswa sekolah dasar dengan pendekatan pembelajaran interaktif dan menyenangkan.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui program edukatif yang relevan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menanamkan nilai kebangsaan dan semangat persatuan sejak usia dini.

Tim mahasiswa yang dipimpin Fathan Amri Riskaldi bersama Dharaura Afiah Sahla, Dafa Haikal Pasha, Ahmad Naufal Fitrianto, Inka Nurlia Devi, Aulia Apriani, dan Demytria Marwenda Ardhito merancang materi berbasis visual dan permainan interaktif. Metode tersebut dipilih agar siswa lebih mudah memahami materi tentang keberagaman Indonesia dan nilai-nilai cinta tanah air.

Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan ice breaking untuk membangun kedekatan antara mahasiswa dan siswa. Suasana yang cair membuat peserta lebih aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi edukasi visual bertajuk “Indonesia Beragam”. Materi tersebut memuat pengenalan suku, bahasa, budaya, agama, serta makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa Indonesia.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Dorong Pendidikan Karakter di SDN Tugu 04 Depok

Dengan bahasa yang sederhana dan ilustrasi yang sesuai usia siswa, peserta diajak memahami bahwa perbedaan merupakan kekayaan bangsa yang perlu dijaga bersama. Mereka juga dikenalkan pada berbagai bentuk sikap cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghormati teman yang berbeda latar belakang, menjaga lingkungan sekolah, serta bangga terhadap budaya Indonesia.

Ketua Tim PM UBSI, Fathan Amri Riskaldi, mengatakan bahwa pendidikan karakter kebangsaan perlu disampaikan dengan metode yang menarik agar mudah dipahami anak-anak.

“Kami ingin membuktikan bahwa belajar tentang keberagaman Indonesia bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan membekas bagi anak-anak. Di era digital ini, penting bagi generasi muda untuk tetap mengenal dan mencintai kekayaan budaya bangsanya sendiri,” kata Fathan saat kegiatan berlangsung.

Baca juga: Pengembangan Dosen Berbasis Riset dan Pengabdian Masyarakat

Ia menambahkan bahwa pendekatan interaktif dipilih agar siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga terlibat langsung dalam proses belajar.

“Melalui permainan, diskusi, dan media visual, kami berharap siswa dapat memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Nilai saling menghargai dan persatuan perlu ditanamkan sejak dini agar tumbuh menjadi karakter yang kuat di masa depan,” ujarnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.