Perpustakaan sebagai Jantung Humaniora Digital, Pustakawan UBSI Kampus Yogyakarta Dalami Peran AI

0 9

BSINews, Yogyakarta – Pustakawan Perpustakaan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Yogyakarta sebagai Kampus Digital Kreatif, mengikuti kegiatan Leaders Talk 4 Webinar yang diselenggarakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) bekerja sama dengan Universitas Diponegoro secara daring pada Rabu (17/6). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan dan kompetensi pustakawan dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence atau AI) yang semakin berpengaruh terhadap dunia perpustakaan dan riset humaniora.

Perpustakaan sebagai Jantung Humaniora Digital

Webinar yang mengusung tema “Digital Humanities dan Kolaborasi AI: Revitalisasi Riset Humaniora di Perpustakaan” tersebut menghadirkan sejumlah praktisi dan akademisi yang membahas peluang serta tantangan pemanfaatan AI dalam mendukung penelitian humaniora dan pengembangan layanan perpustakaan perguruan tinggi.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Umum FPPTI, Mariyah, serta Wakil Rektor Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum, dan Organisasi Universitas Diponegoro, Adian Fatchur Rochim. Dalam sambutannya, Mariyah menekankan pentingnya transformasi perpustakaan agar mampu menjawab tantangan era digital tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai pusat pengetahuan dan pembelajaran.

“Perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan perannya sebagai pusat pengetahuan, pembelajaran, dan pendukung riset akademik,” ujar Mariyah dalam keterangan rilis di Yogyakarta, Kamis (18/6).

Pada sesi pemaparan materi, Irma Irawati Ibrahim dan Melati Purba Bestari menjelaskan bahwa kecerdasan artifisial memiliki potensi besar dalam mendukung berbagai aktivitas penelitian dan layanan perpustakaan. Teknologi AI dapat dimanfaatkan melalui teknik text mining dan natural language processing (NLP) untuk menganalisis data teks dalam jumlah besar, mempercepat proses systematic review, membantu visualisasi bibliometrik, hingga mengembangkan chatbot layanan referensi yang lebih responsif.

“Artificial Intelligence dapat membantu pustakawan dan peneliti dalam menganalisis data dalam jumlah besar, mempercepat proses penelitian, serta menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih efektif dan responsif bagi pengguna,” jelas Irma.

Baca juga : Perpustakaan UBSI Hadirkan Koleksi Buku Digital untuk Mendukung Pembelajaran Modern Mahasiswa

Sementara itu Kepala Kampus UBSI kampus Yogyakarta, Sardiarinto, mengatakan bahwa melalui partisipasi dalam Leaders Talk 4, pustakawan Perpustakaan UBSI kampus Yogyakarta memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan AI secara efektif dan bertanggung jawab dalam lingkungan akademik. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan perpustakaan yang lebih inovatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan sivitas akademika di era transformasi digital.

“Keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Perpustakaan UBSI kampus Yogyakarta untuk terus meningkatkan kompetensi pustakawan serta mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran dan penelitian yang selaras dengan perkembangan teknologi informasi. Dengan demikian, perpustakaan dapat terus berkontribusi sebagai pusat pengetahuan yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan akademik di masa depan,” tutupnya. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.