BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menegaskan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan masa depan melalui penyelenggaraan Seminar Wajib Entrepreneur secara daring pada Rabu (24/6).
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dari beragam program studi ini bertujuan menumbuhkan semangat kewirausahaan dan mempersiapkan generasi muda agar siap terjun ke dunia wirausaha yang dinamis. Seminar ini menjadi bagian dari upaya soft branding UBSI sebagai institusi yang peduli pada pengembangan potensi mahasiswa di luar ranah akademis.
Dalam sesi materi yang bertajuk “Cara Mahasiswa Membangun Masa Depan Lewat Wirausaha”, narasumber utama Linda Purnama, CEO PT Alel Perkasa Utama dan anggota Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (P2LIPI), membagikan pengalaman inspiratifnya. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai, bahkan ketika merasa belum sempurna.
“Yang bikin kamu tertinggal bukan kurangnya kemampuan, tapi terlalu lama menunggu waktu yang sempurna,” ujar Linda, mendorong mahasiswa untuk segera mengambil langkah pertama dalam membangun bisnis. Linda juga mengajak peserta untuk jeli melihat peluang usaha di era digital, mulai dari bisnis online hingga jasa kreatif yang dapat dikembangkan sesuai minat dan bakat masing-masing.
Baca juga: UBSI Kampus Yogyakarta Gelar Seminar Wajib Enterpreneur, Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha Muda
Selain motivasi dan strategi memulai usaha, seminar ini juga memperkenalkan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif melalui pemaparan materi oleh Mahmud Syarif mengenai “Apa Itu BSI Entrepreneur Center” (BEC). Mahmud menjelaskan bahwa BEC adalah wadah yang disediakan UBSI untuk memberikan dukungan komprehensif bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan minat dan bakat kewirausahaan.
“BSI Entrepreneur Center hadir untuk membantu mahasiswa yang memiliki semangat berwirausaha agar dapat mengembangkan ide bisnisnya menjadi usaha yang nyata dan berkelanjutan. Kami ingin menciptakan lebih banyak mahasiswa yang mampu menjadi job creator, bukan hanya job seeker,” jelas Mahmud. Ia merinci berbagai program yang ditawarkan BEC, mencakup pelatihan, pendampingan usaha, inkubasi bisnis, kompetisi, hingga perluasan jaringan kemitraan dengan dunia industri.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang seminar. Para mahasiswa aktif bertanya mengenai strategi bisnis, pengembangan usaha, dan program-program yang tersedia di BEC. Kepala BSI Career Center Universitas BSI, Mugi Raharjo, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bukti komitmen UBSI dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan.
Baca juga: UBSI Kampus Solo Gelar Seminar Wajib Enterpreneur, Bekali Mahasiswa dengan Mindset Bisnis
“Kami berharap mahasiswa semakin percaya diri untuk mengembangkan potensi diri, membangun usaha, dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan kampus melalui BSI Entrepreneur Center,” ujar Mugi.
Salah satu peserta, Maulana, mengaku seminar ini memberikan inspirasi besar, terutama bagi dirinya yang sudah memiliki usaha sendiri.
“Materi dari Ibu Linda sangat membuka wawasan saya. Selama ini saya sering ragu untuk mengambil langkah pengembangan usaha karena merasa belum siap. Setelah mengikuti seminar ini, saya semakin yakin bahwa yang terpenting adalah berani memulai dan terus belajar dari proses. Penjelasan tentang BSI Entrepreneur Center juga sangat membantu karena saya jadi mengetahui adanya program pendampingan yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis yang sedang saya jalankan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas BSI terus memperkuat perannya sebagai Kampus Digital Kreatif yang berupaya melahirkan generasi muda yang inovatif, mandiri, dan memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat. Dengan bekal pengetahuan, motivasi, dan dukungan fasilitas kampus, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi serta masyarakat di masa depan.