UBSI Kampus Tasikmalaya Tingkatkan Literasi AI Mahasiswa melalui Workshop Digital Kreatif

0 3

BSINews, Tasikmalaya — Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Kemampuan memanfaatkan AI secara bijak kini menjadi salah satu kompetensi yang dibutuhkan generasi muda untuk menghadapi tantangan era digital. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui UBSI Kampus Tasikmalaya bekerja sama dengan Digital Creative Community (DICO) dalam Program CerMAI (Cerdas & Mahir AI) sukses menyelenggarakan Workshop Digital Kreatif bertajuk “Optimalisasi Pembelajaran dan Produktivitas Berbasis AI: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Belajar di Era Digital Pada Rabu (17/6).” Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan literasi AI mahasiswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif, produktif, dan bertanggung jawab.

UBSI Kampus Tasikmalaya Tingkatkan Literasi AI Mahasiswa melalui Workshop Digital Kreatif

Workshop menghadirkan Reyhan Andrea Firdaus, seorang Fullstack Developer, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Reyhan menjelaskan perkembangan teknologi AI, prinsip kerja kecerdasan buatan, serta berbagai implementasinya dalam dunia pendidikan. Peserta diperkenalkan dengan beragam platform berbasis AI yang dapat dimanfaatkan untuk memahami materi perkuliahan, merangkum jurnal ilmiah, menyusun panduan belajar, membuat kuis, hingga meningkatkan produktivitas akademik tanpa mengabaikan integritas akademik.

Selain memahami konsep dasar AI, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung pemanfaatan teknologi tersebut sebagai teman diskusi, asisten riset, dan pendukung proses belajar yang lebih interaktif. Melalui demonstrasi penggunaan berbagai platform AI, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai cara mengoptimalkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas peluang, tantangan, hingga etika penggunaan AI di lingkungan akademik maupun dunia kerja. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus membangun budaya belajar yang adaptif terhadap transformasi digital.

Dalam kesempatan tersebut, Reyhan menegaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence seharusnya dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai ancaman.

“AI hadir untuk membantu manusia belajar dan bekerja dengan lebih efektif. Yang terpenting bukan hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga mampu berpikir kritis dan memverifikasi setiap informasi yang dihasilkan. Dengan begitu, teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengurangi kualitas pengambilan keputusan,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Tasikmalaya Rabu (17/6).

Baca Juga : Workshop Digital Kreatif UBSI Kampus Jatiwaringin Bekali Mahasiswa Baru Bangun Personal Branding

Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan memanfaatkan AI harus diimbangi dengan tanggung jawab sebagai pengguna teknologi.

“Menguasai AI adalah sebuah keterampilan, tetapi memvalidasi hasilnya merupakan tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan. AI tidak akan menggantikan manusia, namun manusia yang mampu memanfaatkan AI dengan bijak akan memiliki keunggulan di masa depan,” tambahnya.

Melalui Workshop Digital Kreatif ini, UBSI kampus Tasikmalaya berharap mahasiswa memiliki literasi AI yang semakin baik serta mampu memanfaatkan Artificial Intelligence secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing di era digital.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Melalui kegiatan seperti ini, UBSI mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berinovasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di era transformasi digital. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.