Mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Pontianak Ikuti Pembekalan Sertifikasi Kompetensi Pemrograman Muda
BSINews, Pontianak — Penguasaan kompetensi yang diakui secara profesional menjadi salah satu bekal penting bagi lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Sebagai bentuk komitmen mencetak lulusan yang siap bersaing, Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar Pembekalan Sertifikasi Kompetensi Skema Pemrograman Muda pada Rabu (2/7) di Aula UBSI kampus Pontianak. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan mahasiswa sebelum mengikuti uji sertifikasi kompetensi yang dijadwalkan pada 6–7 Juli 2026.
Mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Pontianak Ikuti Pembekalan Sertifikasi Kompetensi Pemrograman Muda
Pembekalan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Akuntansi yang telah memenuhi persyaratan sebagai peserta sertifikasi. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh pemahaman mengenai skema sertifikasi, mekanisme asesmen, standar kompetensi yang akan diujikan, hingga strategi mempersiapkan portofolio dan bukti kompetensi yang diperlukan dalam proses penilaian.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI kampus Pontianak, Raja Sabaruddin, Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian dari komitmen program studi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang diakui sesuai standar industri.
“Melalui sertifikasi kompetensi ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep yang dipelajari selama perkuliahan, tetapi juga mampu membuktikan bahwa mereka memiliki keterampilan sesuai standar yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. Sertifikat kompetensi akan menjadi nilai tambah yang sangat penting ketika memasuki dunia kerja maupun mengembangkan karier profesional,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Pontianak Kamis (2/7).
Materi pembekalan disampaikan oleh Agung Sasongko, asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BSI. Ia menjelaskan secara menyeluruh tahapan sertifikasi, mulai dari proses pendaftaran, verifikasi dokumen, asesmen kompetensi, hingga penentuan hasil sertifikasi.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai unit-unit kompetensi dalam Skema Pemrograman Muda, seperti analisis kebutuhan pengguna, penyusunan algoritma, penerapan logika pemrograman, pembuatan program sederhana, pengujian aplikasi, hingga dokumentasi hasil pekerjaan sesuai standar kompetensi yang berlaku.
Tidak hanya membahas aspek teknis, asesor juga memberikan berbagai tips menghadapi asesmen, termasuk teknik demonstrasi praktik, penyusunan portofolio, serta cara menjawab pertanyaan asesor dengan baik agar peserta mampu menunjukkan kompetensinya secara optimal.
Selama sesi pembekalan berlangsung, mahasiswa tampak antusias mengikuti materi dan aktif berdiskusi mengenai teknis pelaksanaan asesmen maupun indikator penilaian. Interaksi tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas sehingga peserta merasa lebih siap menghadapi proses sertifikasi.
Pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi akan berlangsung pada 6–7 Juli 2026 dengan mengacu pada standar yang ditetapkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BSI. Mahasiswa yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai bukti pengakuan profesional di bidang pemrograman.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI kampus Pontianak berharap mahasiswa dapat mempersiapkan diri secara optimal sekaligus meningkatkan daya saing di dunia kerja. Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri sehingga mampu melahirkan lulusan yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era transformasi digital. (Safika)