Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Kembangkan Sistem Pengelolaan Obat Berbasis Web untuk Tingkatkan Layanan Klinik

0 7

BSINews, Yogyakarta — Pemanfaatan teknologi informasi terus menjadi solusi dalam meningkatkan efisiensi layanan kesehatan. Hal tersebut diwujudkan oleh tiga mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) seabagi Kampus Digital Kreatif pada Kamis (2/7) memperkenalkan hasil penelitian berupa Sistem Informasi Pengelolaan Obat Berbasis Web dengan di Klinik Yos Benito melalui tugas akhir periode sidang 2026-1.

Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Kembangkan Sistem Pengelolaan Obat Berbasis Web untuk Tingkatkan Layanan Klinik

Penelitian yang dilakukan oleh Bayu Kresna Adjie, David Fauzan Akbar, dan Muhammad Zulhilmi Adha ini mengangkat judul Implementasi Sistem Informasi Pengelolaan Obat Berbasis Web dengan Framework Laravel Menggunakan Metode Pengembangan Waterfall pada Klinik Yos Benito. Sistem yang dikembangkan dirancang untuk membantu pengelolaan data obat secara lebih terstruktur, efisien, dan akurat sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan di klinik.

Selama ini, pengelolaan data obat di Klinik Yos Benito masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan dan lembar kerja elektronik. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai kendala, mulai dari sulitnya memantau stok obat secara real-time, proses pencarian data yang memakan waktu, risiko kesalahan pencatatan, hingga belum adanya sistem peringatan otomatis untuk obat yang mendekati masa kedaluwarsa.

Menjawab permasalahan tersebut, tim peneliti membangun sistem berbasis web menggunakan framework Laravel dengan basis data MySQL. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, hingga pemeliharaan. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak klinik, serta studi pustaka.

Sistem yang dihasilkan memiliki berbagai fitur utama, seperti pencatatan data obat berdasarkan kategori, jenis, dan variasi obat, pengelolaan transaksi obat masuk dan keluar secara digital, pemantauan stok secara otomatis, notifikasi obat yang mendekati masa kedaluwarsa, serta penyusunan laporan pengelolaan obat sesuai kebutuhan pengguna.

Tim peneliti David Fauzan Akbar menjelaskan, bahwa sistem ini dirancang tidak sekadar mengubah pencatatan manual menjadi digital, tetapi juga memberikan kemudahan bagi petugas klinik dalam memperoleh informasi persediaan obat secara cepat dan akurat.

“Sistem ini kami rancang bukan sekadar memindahkan pencatatan dari kertas ke komputer, tetapi untuk memberikan kepastian data secara real-time kepada petugas klinik, khususnya terkait ketersediaan stok dan status kedaluwarsa obat. Dengan begitu, risiko kesalahan dan keterlambatan penanganan dapat ditekan,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Yogyakarta Kamis (2/7).

Baca Juga : Mahasiswa UBSI Kembangkan Sistem Informasi Layanan Surat Berbasis Web untuk Tingkatkan Pelayanan Kelurahan

Sebelum diimplementasikan, sistem diuji menggunakan metode Black Box Testing. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fungsi utama, mulai dari pengelolaan data obat, transaksi, pemantauan stok, hingga pembuatan laporan, berjalan sesuai kebutuhan yang telah dirancang.

Dosen pembimbing penelitian, Puji Astuti, bersama Pungkas Budiyono menilai pengembangan sistem ini menjadi salah satu implementasi nyata penerapan ilmu Sistem Informasi dalam menyelesaikan permasalahan di bidang layanan kesehatan.

Melalui penerapan sistem ini, Klinik Yos Benito diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petugas, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan persediaan obat. Tim peneliti juga merekomendasikan pengembangan lanjutan berupa penambahan fitur analisis penggunaan obat, integrasi dengan sistem rekam medis dan layanan apotek, hingga pengembangan aplikasi berbasis mobile agar dapat diakses secara lebih fleksibel.

Penelitian ini menjadi salah satu bukti komitmen Program Studi Sistem Informasi UBSI dalam mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi digital yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui karya berbasis kebutuhan industri dan layanan publik, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan teknologi yang bermanfaat sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di era transformasi digital. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.