Mahasiswa UBSI Bangun Toleransi Beragama melalui Pengajaran Edukatif di SD Negeri Bintara V

0 7

BSINews, Jakarta –  Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Membangun Toleransi Beragama Melalui Pengajaran Edukatif di Sekolah”  Kegiatan ini di adakan di SD Negeri Bintara V, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Rabu (29/04).

Kegiatan yang berlangsung tersebut merupakan bagian dari Kelompok 4  dengan mengusung tema “Penguatan Nilai-Nilai Toleransi Beragama.”

Kegiatan ini dipimpin oleh Muhamad Nizam Zuhayr selaku ketua kelompok, bersama tiga anggota, yaitu Aulia An Najmi, Ibnu Aziz Hadiwinata, dan Kesya Jelita. Kehadiran mahasiswa UBSI disambut dengan antusias oleh para siswa kelas V SD Negeri Bintara V yang menjadi peserta dalam kegiatan edukatif tersebut.

Baca Juga : Mahasiswa UBSI Kampus Sukabumi Tanamkan Nilai Toleransi Beragama Lewat Pengabdian di Panti Asuhan

Ketua pelaksana kegiatan, Muhamad Nizam Zuhayr, menjelaskan bahwa penanaman nilai toleransi perlu dilakukan sejak usia dini karena masa sekolah dasar merupakan tahap penting dalam pembentukan karakter anak.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak adik-adik untuk memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling berteman dan bekerja sama. Justru dengan saling menghormati, kita dapat menciptakan lingkungan yang damai, aman, dan penuh kebersamaan, ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman agama, suku, budaya, serta adat istiadat. Kondisi tersebut menjadi alasan penting mengapa pendidikan karakter, khususnya mengenai sikap toleransi, harus terus ditanamkan kepada generasi muda sejak dini.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sesi perkenalan antara mahasiswa dan para siswa. Suasana berlangsung hangat sehingga peserta terlihat lebih nyaman mengikuti materi yang disampaikan.

Selanjutnya, pemateri menjelaskan makna toleransi beragama, pentingnya menghargai teman yang memiliki keyakinan berbeda, serta bagaimana menerapkan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Agar penyampaian materi tidak membosankan, mahasiswa juga mengajak para siswa berdiskusi dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan pendapat maupun pengalaman yang pernah dialami terkait hidup berdampingan dengan teman-teman yang memiliki latar belakang berbeda. Interaksi tersebut membuat suasana pembelajaran menjadi lebih aktif dan komunikatif.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan sebelum kegiatan berlangsung, tim mahasiswa menemukan bahwa pemahaman siswa mengenai nilai-nilai toleransi masih perlu diperkuat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu menjadi salah satu upaya dalam mendukung pendidikan karakter yang menekankan pentingnya sikap saling menghormati, menghargai, dan hidup rukun di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Selain memberikan pemahaman mengenai toleransi antarumat beragama, mahasiswa juga menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin sebagai landasan dalam membangun kehidupan yang damai, penuh kasih sayang, serta menghormati sesama manusia. Nilai tersebut disampaikan sebagai bentuk ajaran Islam yang mengedepankan kedamaian, persaudaraan, dan penghargaan terhadap perbedaan.

Baca Juga : Mahasiswa UBSI Kampus Cilebut Gelar PKM Toleransi Beragama di SDN Kedung Halang 03

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, mahasiswa UBSI berharap para siswa SD Negeri Bintara V dapat menerapkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika dalam mendukung penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan dunia pendidikan dasar, diharapkan nilai-nilai toleransi dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya positif yang melekat pada generasi penerus bangsa.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.