Perayaan Rasa dari Timur Perkuat Apresiasi Masyarakat terhadap Budaya Nusa Tenggara Timur

0 41

BSINews, Jakarta — Upaya pelestarian budaya Nusantara terus dilakukan melalui berbagai kegiatan kreatif dan edukatif. Mahasiswa dan Dekan Fakultas Komunikasi dan Bahasa (FKB) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif turut menghadiri kegiatan Perayaan Rasa dari Timur yang diselenggarakan oleh Estoria Creative di Kopi Bajawa Flores NTT, Kemang, Jakarta Selatan pada Minggu (5/7).

Perayaan Rasa dari Timur Perkuat Apresiasi Masyarakat terhadap Budaya Nusa Tenggara Timur

Kegiatan inimengusung tema “Melalui Alunan, Lahir Pemahaman Budaya NTT” dan menjadi wadah apresiasi terhadap kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai dari seni pertunjukan, tenun, busana adat, hingga kuliner tradisional.

Project Manager Estoria Creative, Sandy Aryo Dewanto, mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan pengalaman budaya yang mampu membangun kedekatan masyarakat dengan kekayaan budaya Nusantara.

“Kami percaya bahwa budaya akan tetap hidup ketika terus dikenalkan, dipelajari, dan dirayakan bersama. Melalui Perayaan Rasa dari Timur, kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan masyarakat dengan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur melalui pengalaman yang edukatif, interaktif, dan berkesan,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Minggu (5/7).

Baca Juga : Program Berbagi Sesama Insan Yayasan BSI Dapat Apresiasi Positif dari Masyarakat Sekitar

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemutaran video budaya yang menampilkan pesona alam, musik, tarian, tenun, dan tradisi masyarakat NTT. Suasana semakin meriah melalui penampilan Tari Hegong oleh Perhimpunan Mahasiswa Maumere Jakarta (PMMJ), dilanjutkan dengan Fashion Show Busana Adat NTT yang menampilkan beragam pakaian tradisional dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah talkshow bertema “Tenun, Tradisi, dan Pesona NTT” yang menghadirkan Lia Nathalia dan Siprianus Bate Soro sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai sejarah, filosofi, serta makna kain tenun sebagai identitas budaya masyarakat Nusa Tenggara Timur.

“Tenun NTT memiliki beragam jenis, teknik pembuatan, serta model yang berbeda di setiap daerah. Begitu pula dengan motifnya yang memiliki ciri khas dan makna tersendiri, sehingga setiap lembar kain menjadi simbol identitas budaya masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ungkap Lia.

Sementara itu, Siprianus Bate Soro menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah.

“NTT tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga memiliki banyak destinasi wisata alam yang luar biasa. Saya mengajak masyarakat untuk datang dan mengeksplorasi NTT, karena biaya perjalanan ke sana sebenarnya tidak semahal yang banyak dibayangkan,” katanya.

Selain mengikuti sesi diskusi, para peserta juga mengunjungi booth tenun untuk mengenal ragam kain tenun beserta nilai filosofinya, serta menikmati sajian kuliner khas NTT seperti Se’i Sapi, Rumpu Rampe, dan Jagung Bose yang menjadi bagian dari kekayaan gastronomi masyarakat setempat.

Kegiatan ditutup dengan Tari Dero yang melibatkan seluruh peserta sebagai simbol persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan. Antusiasme peserta dalam mengikuti tarian tersebut mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi salah satu nilai utama budaya Nusa Tenggara Timur.

Perayaan Rasa dari Timur juga mendapatkan apresiasi dari dr. Melisa Sonia Foris, Puteri Indonesia Nusa Tenggara Timur 2026, yang hadir sebagai tamu kehormatan.

“Event Perayaan Rasa dari Timur ini sangat bagus sekali, bukan hanya NTT-nya saja yang dikenal, tetapi juga budaya, destinasi, dan hasil budayanya seperti kain tenun yang saya pakai. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan karena menjadi wadah yang efektif untuk memperkenalkan budaya Nusa Tenggara Timur kepada masyarakat luas,” tutupnya.

Baca Juga : Mahasiswa UBSI kampus Bogor Raih Apresiasi Popbuddy PopSurvey by Populix Batch 10

Kehadiran mahasiswa dan Dekan FKB UBSI dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya Indonesia sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya bangsa.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendukung berbagai kegiatan yang mendorong tumbuhnya kreativitas, kolaborasi, dan apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia sebagai bagian penting dalam membangun identitas bangsa di tengah perkembangan zaman. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.