BSINews, Pontianak – Informatika Digital Expo (IDE) 2026 terus menjadi ruang bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak untuk memperluas wawasan dan menampilkan inovasi. Pada pelaksanaan hari ketiga, Rabu (1/7), kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 4 ini menghadirkan pemaparan pemenang stand terbaik, pembahasan teknologi deteksi penyakit daun tomat, serta presentasi karya mahasiswa.
Teknologi untuk Deteksi Penyakit Daun Tomat
Salah satu agenda utama menghadirkan Ali Mustopa sebagai pembicara dalam sesi bertajuk Deteksi Penyakit Daun Tomat. Sesi ini memberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi untuk membantu mengidentifikasi penyakit pada tanaman, khususnya melalui pengamatan kondisi daun tomat.
“Pemanfaatan teknologi dapat membantu proses identifikasi penyakit tanaman menjadi lebih efektif. Melalui pengembangan solusi digital, mahasiswa dapat melihat bahwa teknologi informatika memiliki peluang besar untuk diterapkan dalam berbagai bidang dan memberikan manfaat nyata,” ujar Ali saat pemaparan materi.
Materi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi informasi tidak hanya berperan dalam industri digital, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di sektor lain, termasuk pertanian. Mahasiswa pun didorong untuk terus mengeksplorasi penerapan teknologi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Karya Mahasiswa Jadi Ruang Berbagi Ide dan Inovasi
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi karya mahasiswa yang melibatkan tim mahasiswa bersama Nanda Diaz Arizona. Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan karya, menjelaskan proses pengembangan, serta berbagi gagasan dan inovasi yang telah dihasilkan.
“Presentasi karya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil dari proses pembelajaran yang telah dilalui. Bukan hanya tentang menghasilkan sebuah karya, tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu menjelaskan ide, proses, dan manfaat dari inovasi yang dikembangkan,” ungkap Nanda.
Selain sesi edukatif, kegiatan juga diisi dengan pemaparan pemenang stand terbaik hari pertama dan kedua, games, hiburan, serta pengumuman stand terbaik hari ketiga. Beragam agenda tersebut turut membangun suasana yang interaktif sekaligus memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan partisipasi mahasiswa selama penyelenggaraan IDE 2026.
Melalui IDE 2026, mahasiswa tidak hanya memperoleh ruang untuk menampilkan karya, tetapi juga memperluas wawasan mengenai penerapan teknologi dalam berbagai bidang. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian dalam menyampaikan gagasan dan inovasi.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen menghadirkan lingkungan akademik yang mendukung lahirnya inovasi dan karya mahasiswa. Melalui kegiatan seperti IDE 2026, mahasiswa Prodi Informatika UBSI kampus Pontianak diharapkan semakin siap mengembangkan kompetensi dan menghadirkan solusi berbasis teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.(Tiara Sari)