Mahasiswa UBSI Kembangkan Sistem Informasi Laboratorium Berbasis Web untuk PT Multi Nitrotama Kimia
BSINews, Karawang – Transformasi digital tidak hanya lahir dari ruang-ruang riset perusahaan, tetapi juga dari karya mahasiswa yang mampu menjawab kebutuhan industri secara nyata. Hal itulah yang ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Dudu Badrudin, melalui pengembangan Sistem Informasi Analisa Laboratorium (ANLAB) Berbasis Web yang resmi diserahkan kepada PT Multi Nitrotama Kimia (MNK), Karawang, pada Senin (15/6) lalu.
Aplikasi tersebut merupakan luaran penelitian skripsi yang dirancang untuk membantu proses digitalisasi analisa laboratorium di lingkungan PT Multi Nitrotama Kimia. Serah terima aplikasi ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Dudu Badrudin selaku pengembang, Agus Indrianto selaku Asisten Manager Produksi PT Multi Nitrotama Kimia, serta diketaui Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI, Sriyadi.
Pengembangan ANLAB berawal dari kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi proses pencatatan hasil analisa laboratorium. Sebelumnya, seluruh data pengujian pada Plant Ammonium Nitrate, Plant Nitric Acid, dan Plant Utility masih dilakukan menggunakan logsheet manual yang kemudian direkap kembali ke spreadsheet, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan serta memperlambat distribusi laporan.
Melalui aplikasi berbasis web yang dibangun menggunakan framework CodeIgniter, seluruh proses tersebut kini dapat dilakukan secara terintegrasi. Sistem dilengkapi fitur formulir analisa digital, validasi otomatis terhadap parameter pengujian, alur persetujuan berjenjang antara analis, operator, hingga atasan, serta fasilitas extra check yang memudahkan proses pemeriksaan ulang ketika ditemukan hasil di luar standar.
Kaprodi Studi Sistem Informasi UBSI Sriyadi mengatakan bahwa implementasi aplikasi ini menjadi bukti bagaimana penelitian mahasiswa dapat memberikan solusi langsung terhadap kebutuhan dunia industri.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu mengembangkan sistem informasi secara akademis, tetapi juga menghasilkan solusi yang benar-benar dapat diimplementasikan. Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa karya tugas akhir mampu memberikan nilai tambah bagi industri sekaligus menjadi pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan di lapangan,” ujar Sriyadi dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (13/7).
Implementasi ANLAB diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses pengelolaan data laboratorium, mempercepat distribusi informasi hasil analisa, meminimalkan potensi human error, serta mendukung pengendalian mutu produk secara lebih akurat dan terdokumentasi.
Keberhasilan implementasi aplikasi ini juga menjadi bagian dari komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi transformasi digital di dunia usaha dan industri.
Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi dengan berbagai mitra, mahasiswa UBSI didorong untuk mengembangkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun sektor profesional.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang teknologi informasi sekaligus berkesempatan menghasilkan karya yang dapat diimplementasikan di dunia industri, informasi mengenai Prodi Sistem Informasi UBSI dapat diperoleh melalui https://pmbubsi.id/. Di UBSI, proses belajar tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga inovator digital yang siap memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.