Stakeholder Perkuat Visi Keilmuan dan Kurikulum Prodi Pariwisata UBSI demi Lulusan Siap Hadapi Industri Global
BSINews, Bekasi-Pengkajian Visi Keilmuan dan Kurikulum Program Studi Pariwisata menjadi langkah strategis yang dilakukan Program Studi Pariwisata Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dengan melibatkan berbagai stakeholder. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (24/1/2024) di Universitas BSI Kampus Kaliabang ini diikuti oleh 22 peserta yang terdiri atas pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, perwakilan perusahaan, pelaku industri pariwisata, serta mitra dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk menyempurnakan arah pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri.
Baca juga: Mahasiswa Pariwisata UBSI Digerblak Jadi Profesional Muda Lewat Beauty and Grooming Class
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Melalui pengkajian visi keilmuan dan kurikulum ini, UBSI memperkuat kolaborasi dengan stakeholder guna menghasilkan lulusan yang profesional, inovatif, dan memiliki kompetensi sesuai tuntutan industri pariwisata di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Ani Wijayanti, Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penyusunan visi keilmuan dan pengembangan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, dan kebijakan pendidikan tinggi.
“Penyusunan visi keilmuan dan pengembangan kurikulum harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan para pemangku kepentingan agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, serta kebijakan pendidikan tinggi. Masukan dari dunia usaha dan dunia industri menjadi dasar penting dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing global,” ujar Dr. Ani Wijayanti.
Selanjutnya, Ketua Program Studi Pariwisata, Dyah Mustika Wardhani, memaparkan rancangan visi keilmuan Program Studi Pariwisata beserta arah pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Ia menjelaskan bahwa kurikulum dirancang dengan mengintegrasikan kompetensi di bidang pariwisata dan perhotelan dengan penguasaan bisnis digital, kewirausahaan, serta keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan dunia kerja.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan dosen, perwakilan perusahaan, pelaku industri pariwisata, dan mitra DUDI. Berbagai masukan disampaikan terkait profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur kurikulum, kompetensi digital, kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa asing, pelayanan prima, hingga penguatan jiwa kewirausahaan agar lulusan mampu menjawab tantangan industri pariwisata yang terus berkembang.
Selain itu, perwakilan perusahaan dan pelaku industri menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha melalui program magang, kuliah praktisi, penelitian terapan, sertifikasi kompetensi, serta proyek kolaboratif. Kolaborasi tersebut dinilai mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri pariwisata, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Berdasarkan hasil pengkajian dan berbagai masukan dari stakeholder, disepakati bahwa visi keilmuan Program Studi Pariwisata tetap mengedepankan keunggulan di bidang pariwisata dan perhotelan yang didukung oleh bisnis digital serta kewirausahaan. Hasil forum ini akan menjadi dasar penyempurnaan visi keilmuan, kurikulum, dan dokumen akademik Program Studi Pariwisata Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika.
Baca juga: Makrab HIMAPAR UBSI, Pupuk Kekompakan Mahasiswa Prodi Pariwisata!
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pariwisata UBSI menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Dengan dukungan berbagai stakeholder, program studi optimistis dapat mencetak lulusan yang berkarakter, adaptif, profesional, dan siap bersaing di era industri pariwisata global.