Program Studi Pariwisata UBSI Libatkan Industri Validasi Kurikulum, Siapkan Lulusan Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja
BSINews, Bekasi – Industri pariwisata terus berkembang seiring perubahan tren wisata, digitalisasi layanan, hingga meningkatnya kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi (Prodi) Pariwisata Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggandeng perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta asosiasi profesi dalam Focus Group Discussion (FGD) Validasi Kurikulum yang digelar di UBSI kampus Kaliabang, pada Senin (13/5)
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) agar materi pembelajaran yang diterima mahasiswa selaras dengan perkembangan industri pariwisata dan kebutuhan dunia kerja.
Baca juga: Program Studi Pariwisata UBSI Perkuat Arah Pengembangan Lewat Sosialisasi Visi Keilmuan
FGD dibuka oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Pariwisata UBSI, Dyah Mustika Wardani dan diikuti oleh 22 peserta yang terdiri atas Tim Pengembangan Kurikulum, mitra DUDI, serta perwakilan asosiasi profesi sebagai pemangku kepentingan dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Dyah menjelaskan bahwa keterlibatan dunia industri menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan lulusan Prodi Pariwisata UBSI memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia kerja.
“Kurikulum tidak bisa disusun hanya berdasarkan perspektif akademik. Masukan dari pelaku industri dan asosiasi profesi sangat penting agar pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa tetap relevan dengan perkembangan sektor pariwisata, sekaligus mampu menghasilkan lulusan yang siap beradaptasi dengan perubahan dunia kerja,” ujar dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (13/5).
Selama diskusi berlangsung, peserta melakukan validasi terhadap berbagai komponen kurikulum, mulai dari profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), struktur kurikulum, bahan kajian, hingga kesesuaian mata kuliah dengan kebutuhan industri pariwisata.
Berbagai rekomendasi strategis turut disampaikan oleh peserta FGD, di antaranya penguatan kompetensi digital, pengembangan jiwa kewirausahaan, peningkatan kemampuan pelayanan prima (service excellence), komunikasi lintas budaya, penerapan konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism), hingga pentingnya integrasi sertifikasi profesi dalam proses pembelajaran.
Selain memberikan masukan mengenai kompetensi teknis yang dibutuhkan industri, perwakilan asosiasi profesi juga menekankan pentingnya pembentukan karakter profesional, etika kerja, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan tren pariwisata global yang semakin dinamis.
Melalui kegiatan ini, Prodi Pariwisata UBSI berharap kurikulum yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi persaingan kerja di sektor pariwisata yang terus berkembang.
Baca juga: Kurikulum Pariwisata UBSI Resmi Disahkan, Siapkan Lulusan Siap Hadapi Industri Pariwisata Global
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang adaptif melalui pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, serta penerapan pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi lulusan.
Bagi masyarakat yang ingin berkarier di bidang pariwisata, hospitality, event, maupun industri kreatif, informasi mengenai Program Studi Pariwisata dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UBSI dapat diakses melalui https://pmbubsi.id. Melalui kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, UBSI mempersiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang profesional, inovatif, dan siap bersaing di dunia kerja.