Evaluasi Draf Kurikulum Jadi Langkah Awal Prodi Pariwisata UBSI Hadirkan Pembelajaran yang Relevan dengan Industri
BSINews, Jakarta – Program Studi (Prodi) Pariwisata Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan kurikulum yang relevan dengan perkembangan industri pariwisata dan kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan evaluasi draf kurikulum yang diselenggarakan di UBSI kampus Kaliabang pada Senin (15/4).
Kegiatan ini menjadi tahapan awal dalam rangkaian pengembangan kurikulum Program Studi Pariwisata UBSI sebelum memasuki proses validasi bersama pemangku kepentingan. Evaluasi dihadiri Kaprodi Pariwisata UBSI Dyah Mustika Wardani bersama tim pengembang kurikulum dan dosen Prodi Pariwisata.
Dalam sambutannya, Dyah menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar akademik, tetapi juga harus mampu menjawab perubahan kebutuhan industri yang berlangsung sangat dinamis.
Baca juga: Kurikulum Pariwisata UBSI Resmi Disahkan, Siapkan Lulusan Siap Hadapi Industri Pariwisata Global
“Melalui evaluasi ini kami memastikan setiap komponen kurikulum memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kebijakan pendidikan tinggi yang berlaku sehingga lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan,” ujar Dyah dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (15/4).
Selama proses evaluasi, tim membahas berbagai aspek penting, mulai dari hasil tracer study alumni, analisis kebutuhan industri pariwisata, penyempurnaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), hingga pemetaan bahan kajian sebagai dasar penyusunan struktur mata kuliah dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Hasil tracer study dimanfaatkan untuk mengidentifikasi tingkat kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, sedangkan analisis industri menjadi acuan dalam merumuskan kemampuan yang perlu dimiliki lulusan Program Studi Pariwisata pada masa mendatang.
Diskusi berlangsung secara aktif dengan melibatkan seluruh dosen sesuai bidang keahliannya. Berbagai masukan yang dihasilkan menjadi bahan penyempurnaan kurikulum agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan sektor pariwisata, serta implementasi pendekatan Outcome-Based Education (OBE).
Evaluasi ini juga menjadi fondasi sebelum Prodi Pariwisata UBSI melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama dunia usaha, dunia industri, dan asosiasi profesi sebagai bagian dari proses validasi kurikulum.
Melalui rangkaian pengembangan tersebut, Prodi Pariwisata UBSI menargetkan lahirnya kurikulum yang tidak hanya memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang profesional, inovatif, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Bagi masyarakat yang ingin mengembangkan karier di industri pariwisata melalui pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan industri, informasi mengenai Prodi Pariwisata UBSI dapat diperoleh melalui https://pmbubsi.id. Pendaftaran mahasiswa baru masih dibuka bagi calon mahasiswa yang ingin mempersiapkan diri menjadi profesional di sektor pariwisata yang terus berkembang.