UBSI Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha Andal Lewat Studi Banding ke UMKM Sukses “Rasa Minangku”

0 7

BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui BSI Entrepreneur Center (BEC) kembali mengukuhkan komitmennya dalam soft branding pengembangan wirausaha mahasiswa.

Pada Kamis, 9 Juli 2026, Kelompok Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 UBSI, yang diwakili oleh Kelompok CilokCinta, sukses menggelar kegiatan studi banding ke UMKM alumni sukses “Rasa Minangku”.

Acara ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung mengenai praktik bisnis modern berbasis digital kepada para mahasiswa.

Baca juga: Mahasiswa Manajemen UBSI Kampus Slipi Bantu UMKM Tempe Mendoan Harlan Bangun Identitas Produk untuk Tingkatkan Daya Saing

Kegiatan yang bertempat di Jl. Cibubur II No.36, RT.11/RW.2, Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, ini menjadi sarana vital bagi mahasiswa untuk memahami seluk-beluk pengelolaan bisnis dari pelaku usaha yang telah terbukti berhasil. BEC, selaku mitra inkubasi UMKM “Rasa Minangku”, memfasilitasi kesempatan berharga ini.

Selama kunjungan berlangsung, peserta studi banding mendapatkan pendampingan komprehensif mencakup berbagai aspek krusial dalam menjalankan usaha.

Materi yang dibahas meliputi pembuatan toko online di marketplace, teknik mengunggah produk secara efektif, optimasi proses produksi, strategi pengemasan (packaging), penentuan harga jual yang kompetitif, hingga penerapan teknik pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing produk.

Lebih dari sekadar teori, studi banding ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif yang mendalam mengenai dampak perkembangan teknologi digital terhadap dunia usaha. Para mahasiswa dan perwakilan UMKM “Rasa Minangku” saling bertukar informasi, pengalaman, serta berdiskusi strategi menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang bisnis online di tengah tren dan regulasi yang terus berkembang.

Kepala Bagian BEC, Mugi Raharjo, M.Kom, bersama Mahmud Syarif, S.E., M.M., turut hadir memberikan arahan.

Keduanya memberikan masukan strategis kepada “Rasa Minangku” maupun Kelompok CilokCinta, menitikberatkan pada pengembangan usaha, peningkatan kualitas produk, optimalisasi pemasaran digital, serta pentingnya inovasi dalam menghadapi persaingan bisnis yang kian dinamis.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga belajar langsung dari pelaku usaha yang telah berhasil membangun bisnisnya. Kolaborasi seperti ini sangat positif untuk mendukung pengembangan UMKM mahasiswa dan alumni agar dapat saling bertukar pengalaman, berdiskusi, serta memperoleh wawasan baru dalam mengembangkan bisnis yang lebih inovatif dan berkelanjutan,” ujar Mugi Raharjo, M.Kom.

Perwakilan dari UMKM “Rasa Minangku” menyambut baik inisiatif BEC. Mereka menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BSI Entrepreneur Center yang terus mendampingi perkembangan UMKM alumni. Kehadiran mahasiswa P2MW menjadi semangat baru bagi kami untuk terus berbagi pengalaman sekaligus bersama-sama menghadapi tantangan bisnis di era digital,” ungkap perwakilan “Rasa Minangku”.

Para anggota Kelompok CilokCinta P2MW 2026 pun mengaku memperoleh banyak inspirasi dan wawasan baru. Pengalaman ini membekali mereka dengan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya inovasi produk, pemanfaatan marketplace, strategi digital marketing, hingga pengelolaan usaha secara profesional.

Baca juga: UBSI Kampus Pontianak Serahkan Aplikasi CleanUP Shoes kepada Reparasi Sepatu Pontianak untuk Dukung Digitalisasi UMKM

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif senantiasa mendorong mahasiswanya untuk menjadi wirausahawan yang kompetitif dan adaptif di era digital. Melalui berbagai program unggulan seperti BEC dan pendampingan P2MW, UBSI berkomitmen menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kuat dan inovatif.

Melalui kegiatan studi banding ini, BEC berharap tercipta ekosistem kewirausahaan yang saling mendukung antara mahasiswa, alumni, dan pelaku UMKM.

Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovatif dalam menciptakan produk, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Leave A Reply

Your email address will not be published.