Mahasiswa UBSI Kembangkan Sistem ERP Mandiri untuk LKTech, Dorong Transformasi Digital UMKM Ritel Teknologi

0 98

BSINews, Bogor — Transformasi digital di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya diwujudkan melalui pengembangan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) mandiri untuk LKTech TN Sereal oleh Mursanto, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, yang resmi diluncurkan pada Minggu (12/7).

Mahasiswa UBSI Kembangkan Sistem ERP Mandiri untuk LKTech, Dorong Transformasi Digital UMKM Ritel Teknologi

Sistem ini dikembangkan sebagai bagian dari penelitian skripsi Mursanto yang bertujuan membantu pelaku usaha ritel teknologi mengelola operasional bisnis secara lebih efektif dan efisien. Kehadirannya membuktikan bahwa solusi sekelas Enterprise Resource Planning (ERP) tidak lagi menjadi milik perusahaan besar semata, tetapi juga dapat diterapkan oleh pelaku UMKM melalui pendekatan teknologi yang tepat dan terukur.

Sebelum sistem ini diterapkan, operasional LKTech masih mengandalkan pencatatan stok dan transaksi secara manual menggunakan Microsoft Excel. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai kendala, mulai dari ketidakakuratan data inventori, terpisahnya data operasional antarbagian, hingga tingginya biaya transaksi akibat ketergantungan pada platform marketplace pihak ketiga.

Founder LKTech, Lucia Davita, mengatakan bahwa kebutuhan akan sistem yang terintegrasi menjadi salah satu faktor utama di balik pengembangan aplikasi tersebut.

“Kami menyadari bahwa untuk bisa tumbuh secara berkelanjutan, LKTech harus memiliki sistem tata kelola mandiri yang efisien. Pencatatan manual sudah tidak lagi memadai untuk mengakomodasi volume transaksi dan kompleksitas layanan yang kami tawarkan,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Bogor Minggu (12/7).

Baca Juga : UBSI Kampus Solo dan Pemkab Klaten Perkuat Sinergi untuk Dorong Pendidikan dan Transformasi Digital

Dibangun menggunakan framework Laravel dengan arsitektur Model-View-Controller (MVC) dan basis data MySQL, sistem ini dirancang menggunakan metode pengembangan Waterfall. Sistem memiliki berbagai modul utama, mulai dari pengelolaan inventori, Point of Sale (POS), layanan servis, penyewaan laptop, hingga laporan dan analitik yang terintegrasi secara otomatis.

Selain menghadirkan efisiensi operasional, sistem ini juga dibekali fitur keamanan berlapis yang umumnya diterapkan pada perusahaan berskala besar. Fitur tersebut meliputi Two-Factor Authentication (2FA) menggunakan Google Authenticator, Role-Based Access Control (RBAC), Activity Log, serta perlindungan terhadap berbagai ancaman keamanan seperti Cross-Site Request Forgery (CSRF), Cross-Site Scripting (XSS), dan SQL Injection.

Pengujian menggunakan metode Black-Box Testing terhadap 13 skenario utama menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai kebutuhan dan dinyatakan siap digunakan dalam lingkungan operasional.

Mursanto menjelaskan bahwa pengembangan sistem ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat langsung diterapkan oleh pelaku usaha.

“Kami ingin membuktikan bahwa teknologi informasi dapat menjadi solusi nyata bagi UMKM. Dengan sistem yang terintegrasi dan aman, pelaku usaha dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing di era digital,” ujarnya.

Baca Juga : Alumni UBSI Kampus Pontianak Berkontribusi dalam Transformasi Digital Pelayanan Publik di Tanah Bumbu

Keberhasilan pengembangan sistem ERP mandiri ini menunjukkan bahwa transformasi digital pada sektor UMKM dapat dilakukan secara bertahap melalui pemanfaatan teknologi berbasis open-source yang lebih terjangkau dan mudah diimplementasikan.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong mahasiswanya untuk menghasilkan karya inovatif yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha melalui pemanfaatan teknologi informasi. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.