DICO Tasikmalaya Ajak Gen Z Jadi Digital Architect Lewat Workshop Vibe Coding dan AI di UBSI

0 13

BSINews, Tasikmalaya – Digital Creative Community (DICO) Tasikmalaya bekerja sama dengan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya menyelenggarakan Workshop Digital Kreatif bertajuk “Vibe Coding dan Ilusi Ancaman AI” pada Selasa (14/7). Kegiatan yang menjadi bagian dari Program CeriMAI (Cerdas & Mahir AI) ini berlangsung di Aula UBSI kampus Tasikmalaya mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Workshop diikuti oleh mahasiswa, pelajar, komunitas digital, serta masyarakat umum sebagai upaya meningkatkan literasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan mendorong pemanfaatan teknologi secara produktif.

DICO Tasikmalaya Ajak Gen Z Jadi Digital Architect Lewat Workshop Vibe Coding dan AI di UBSI

Workshop menghadirkan dosen sekaligus praktisi AI, Agung Baitul Hikmah, sebagai narasumber, dengan Haerul Fattah bertindak sebagai host sekaligus Head of DICO Tasikmalaya.

Dalam sesi pemaparan, Agung menjelaskan konsep Vibe Coding, yaitu pendekatan baru dalam pengembangan aplikasi yang memungkinkan seseorang membangun sistem menggunakan instruksi dalam bahasa alami (natural language) kepada AI tanpa harus menulis kode program secara manual. Menurutnya, perkembangan AI telah mengubah peran programmer dari sekadar penulis kode menjadi seorang digital architect yang mampu merancang solusi dan mengarahkan AI secara efektif.

“Vibe Coding mengubah cara kita membangun aplikasi. Kini yang terpenting bukan hanya kemampuan menulis kode, tetapi bagaimana menyusun instruksi yang tepat agar AI dapat menghasilkan solusi sesuai kebutuhan. Peran manusia bergeser menjadi perancang solusi yang mampu memanfaatkan AI secara cerdas,” ujar Agung dalam keterangan rilis di Tasikmalaya, Rabu (15/7).

Selain membahas konsep Vibe Coding, peserta juga diajak memahami bahwa anggapan AI akan menggantikan manusia merupakan persepsi yang kurang tepat. AI diposisikan sebagai alat bantu yang mempercepat pekerjaan, sementara kreativitas, logika, dan kemampuan menyelesaikan masalah tetap menjadi keunggulan manusia.

“Yang akan menggantikan pekerjaan kita bukanlah AI, tetapi orang yang mampu memanfaatkan AI lebih baik daripada kita. Karena itu, yang perlu kita tingkatkan bukan rasa takut, melainkan kemampuan berkolaborasi dengan teknologi,” jelasnya.

Head of DICO Tasikmalaya, Haerul Fattah, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen DICO untuk meningkatkan literasi digital generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan teknologi secara adaptif.

Baca juga : Workshop Digital Kreatif UBSI Kampus Purwokerto Bekali Siswa SMK Mardikenya Bijak Bermedia Digital

“Kami ingin mengubah cara pandang Gen Z terhadap AI. AI bukan lawan yang harus ditakuti, tetapi partner yang harus dipahami. Harapannya, setelah mengikuti workshop ini peserta tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk berkarya, berinovasi, dan menciptakan solusi digital yang bermanfaat,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Workshop Digital Kreatif ini, DICO Tasikmalaya bersama UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berharap semakin banyak generasi muda yang mampu memanfaatkan AI secara bijak, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam mencetak talenta digital yang siap menghadapi tantangan transformasi digital serta berkontribusi menciptakan inovasi di berbagai bidang. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.