Mahasiswa UBSI Ciptakan Sistem Administrasi Digital untuk RW 011 Kaliabang Tengah, Warga Kini Bisa Urus Surat Lebih Praktis
BSINews, Bekasi – Komitmen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif dalam menghasilkan solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat kembali dibuktikan melalui karya mahasiswanya. Dua mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (S1) Fakultas Teknik dan Informatika UBSI, Muhammad Maulana Putra dan Naufal Muhammad Alghifari, berhasil mengembangkan sekaligus mengimplementasikan Sistem Informasi Pelayanan Administrasi berbasis web di lingkungan RW 011 Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Aplikasi tersebut diserahkan secara resmi kepada Plt. Ketua RW 011 Kaliabang Tengah, Sri Budi Utomo, sebagai bentuk implementasi hasil penelitian tugas akhir yang tidak hanya memenuhi aspek akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik di tingkat lingkungan.
Pengembangan sistem berawal dari kondisi pelayanan administrasi di RW yang masih dilakukan secara manual. Proses pengajuan surat pengantar, pendataan warga, hingga pengarsipan dokumen masih mengandalkan berkas fisik sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan dokumen, kesalahan pencatatan, hingga risiko kehilangan data.
Naufal Muhammad Alghifari menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dibangun menggunakan metode Agile dengan arsitektur Model View Controller (MVC), framework CodeIgniter 3, database MySQL, serta telah melalui pengujian menggunakan metode Black Box Testing agar seluruh fungsi sistem berjalan sesuai kebutuhan pengguna.
“Sistem ini kami rancang menggunakan metode Agile dengan arsitektur Model View Controller (MVC). Kami memanfaatkan teknologi PHP dengan framework CodeIgniter 3, basis data MySQL, dan pengujian fungsionalitas menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan aplikasi ini dapat berjalan dengan aman, stabil, dan mudah digunakan oleh warga maupun pengurus RT/RW,” ujar Naufal dalam keterangan rilis yang diterima pada Selasa (21/7).
Melalui aplikasi ini, warga dapat mengajukan berbagai kebutuhan administrasi, seperti surat pengantar pembuatan KTP, Kartu Keluarga, maupun surat domisili secara daring menggunakan smartphone maupun komputer tanpa harus datang langsung ke sekretariat RW.
Muhammad Maulana Putra menjelaskan bahwa sistem juga menghadirkan mekanisme verifikasi berjenjang yang membuat proses pelayanan menjadi lebih efisien.
“Sistem ini memfasilitasi verifikasi awal secara berjenjang. Ketua RT dapat melakukan pemeriksaan berkas dan memberikan tanda tangan secara digital langsung di dalam sistem. Setelah disetujui RT, dokumen secara otomatis masuk ke halaman Ketua RW. Ketua RW kemudian dapat mengunduh dan mencetak dokumen yang sudah ber-TTD digital RT tersebut untuk dibubuhi tanda tangan basah sebagai pengesahan akhir,” jelasnya.
Dengan alur tersebut, proses pelayanan menjadi lebih cepat karena pengurus tidak harus selalu berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan administrasi. Selain mempercepat pelayanan, seluruh data kependudukan juga tersimpan dalam basis data terpusat sehingga lebih aman, mudah dicari, dan meminimalkan risiko kehilangan dokumen.
Plt. Ketua RW 011 Kaliabang Tengah, Sri Budi Utomo, mengapresiasi inovasi yang dihasilkan mahasiswa UBSI karena dinilai mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih dan terbantu dengan adanya sistem informasi pelayanan ini. Digitalisasi ini membuat pelayanan administratif di lingkungan RW 011 menjadi jauh lebih cepat, transparan, rapi, dan teratur. Ini adalah langkah maju bagi lingkungan kami untuk beralih dari administrasi konvensional ke arah yang lebih modern,” ungkap Sri Budi dalam keterangan rilis yang diterima pada Selasa (21/7).
Keberhasilan pengembangan aplikasi ini juga mendapat pendampingan dari dosen pembimbing Muhamad Abdul Ghani selaku Pembimbing I dan Sari Dewi selaku Pembimbing II. Ke depan, sistem direncanakan akan terus dikembangkan melalui penambahan fitur tanda tangan elektronik (TTE) serta integrasi notifikasi otomatis melalui WhatsApp maupun email agar proses pelayanan menjadi semakin cepat dan praktis.
Melalui implementasi sistem ini, UBSI kembali menunjukkan bahwa hasil penelitian mahasiswa tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi mampu diwujudkan menjadi solusi digital yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan dunia nyata sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang teknologi informasi sekaligus menciptakan karya yang berdampak bagi masyarakat, informasi mengenai Program Studi Sistem Informasi dan program studi lainnya di UBSI dapat diakses melalui https://pmbubsi.id.