UBSI dan Universiti Kuala Lumpur Perkuat Kompetensi Pengelola Destinasi Wisata Lewat Program Pengabdian Masyarakat Internasional

0 9

BSINews, Jakarta —  Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Program Studi Perhotelan Fakultas Ekonomi dan Bisnis melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kemitraan Internasional bekerja sama dengan Universiti Kuala Lumpur (UniKL), Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada 14 Mei 2025 ini menjadi wujud komitmen kedua perguruan tinggi dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor pariwisata melalui kolaborasi internasional.

Mengusung tema “Optimizing Hospitality Services Management and Sustainable Financial Literacy for Tourist Destination Operators in Malaysia”, program ini berfokus pada peningkatan kapasitas pengelola destinasi wisata agar mampu menghadirkan layanan yang berkualitas sekaligus mengelola usaha secara berkelanjutan.

UBSI dan Universiti Kuala Lumpur Perkuat Kompetensi Pengelola Destinasi Wisata

Program dipimpin oleh Emmita Devi Hari Putri, S.Par., M.M. selaku ketua tim, bersama Dr. Ani Wijayanti, S.E., M.M.Par., CHE, Dra. Emik Rahayu, M.Par., Izza Ulumuddin Ahmad Asshofi, S.E., M.M.Par., serta Dr. Imang Dapit P., S.E., M.Si., Ak., CA., CIBA. Kegiatan diikuti oleh pengelola destinasi wisata, akademisi, serta sivitas akademika dari UBSI dan UniKL.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UBSI dan UniKL sebagai bentuk penguatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kesepakatan tersebut sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperluas kolaborasi internasional antara kedua institusi.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai Hospitality Services Management, meliputi peningkatan kualitas pelayanan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), strategi pemasaran destinasi wisata, hingga penguatan pengalaman wisatawan. Selain itu, peserta juga dibekali materi Sustainable Financial Literacy yang membahas pengelolaan keuangan usaha, penyusunan anggaran, pencatatan keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung keberlanjutan bisnis pariwisata.

Ketua tim pelaksana, Emmita Devi Hari Putri, mengatakan bahwa daya saing destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh kualitas pelayanan kepada wisatawan, tetapi juga oleh kemampuan pengelola dalam mengelola aspek keuangan secara profesional.

“Melalui kolaborasi internasional ini, kami berharap para pengelola destinasi wisata memiliki kompetensi yang lebih baik dalam memberikan pelayanan prima sekaligus mampu mengelola usaha secara sehat, sehingga dapat meningkatkan daya saing destinasi wisata di tingkat global,” ujarnya.

Baca juga : UBSI Kembali Gelar EduTrip Batch 3 ke Singapura dan Malaysia

Tak hanya menghadirkan pelatihan, program ini juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antara akademisi Indonesia dan Malaysia dalam mengembangkan model pengelolaan destinasi wisata yang adaptif terhadap perkembangan industri pariwisata global.

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian akan memberikan pendampingan secara daring selama satu hingga dua bulan setelah pelatihan. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan materi yang telah disampaikan dapat diterapkan secara optimal, baik dalam pengelolaan layanan hospitality maupun penguatan literasi keuangan di masing-masing destinasi wisata.

Leave A Reply

Your email address will not be published.