Tingkatkan Efisiensi Penanganan Gangguan, Aplikasi Trouble Ticket System Berbasis LLM Diserahkan kepada PT Kamiko Cipta Solusi

0 6

BSINews, Jakarta — Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan terus berkembang dalam mendukung efisiensi proses bisnis di dunia industri. Salah satunya melalui penerapan Large Language Model (LLM) dalam pengelolaan laporan gangguan atau trouble ticket. Upaya tersebut diwujudkan melalui serah terima aplikasi Trouble Ticket System berbasis LLM karya mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kepada PT Kamiko Cipta Solusi pada Senin (6/7) di kantor PT Kamiko Cipta Solusi.

Tingkatkan Efisiensi Penanganan Gangguan, Aplikasi Trouble Ticket System Berbasis LLM Diserahkan kepada PT Kamiko Cipta Solusi

Aplikasi tersebut dikembangkan oleh Kris Setiyadi dan Cika Maulia sebagai bentuk implementasi hasil pengembangan perangkat lunak yang bertujuan membantu perusahaan mengelola laporan gangguan secara lebih terstruktur, efektif, dan terdokumentasi. Kegiatan serah terima dilakukan melalui pemaparan sistem, demonstrasi penggunaan aplikasi, diskusi, serta penyerahan aplikasi kepada pihak mitra sebagai bentuk penerapan hasil pengembangan di lingkungan industri.

Pengembangan aplikasi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan PT Kamiko Cipta Solusi terhadap sistem pengelolaan laporan gangguan yang lebih efisien. Sebelum sistem dikembangkan, proses pencatatan tiket masih menghadapi sejumlah kendala, seperti pengelolaan data yang belum terpusat, penentuan prioritas penanganan yang dilakukan secara manual, serta keterbatasan dalam memantau progres penyelesaian setiap laporan.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan dalam penanganan masalah sekaligus menyulitkan proses evaluasi layanan. Berdasarkan kebutuhan tersebut, tim pengembang menerapkan pendekatan keilmuan di bidang Sistem Informasi melalui pengembangan Trouble Ticket System yang memanfaatkan teknologi LLM untuk membantu mengklasifikasikan dan menentukan prioritas tiket secara otomatis berdasarkan tingkat urgensinya.

Sistem yang dikembangkan tidak hanya mendukung proses pencatatan dan pemantauan tiket secara terintegrasi, tetapi juga dirancang untuk membantu perusahaan mempercepat penanganan gangguan, meningkatkan akurasi dokumentasi, serta menghasilkan laporan yang lebih sistematis sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan.

Dalam pelaksanaan serah terima, tim pengembang memaparkan latar belakang pengembangan sistem, mendemonstrasikan fitur aplikasi, menjelaskan alur operasional, serta memberikan pendampingan kepada pihak mitra. Pendampingan mencakup proses pembuatan tiket, pengelolaan data pengguna, pemantauan status penyelesaian, hingga mekanisme penentuan prioritas otomatis berbasis LLM.

Kris Setiyadi menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang diperoleh dari mitra.

“Sistem ini dirancang untuk membantu perusahaan mengelola laporan gangguan secara lebih terstruktur dengan memanfaatkan teknologi LLM dalam menentukan prioritas tiket secara otomatis. Harapannya, proses penanganan menjadi lebih efektif sehingga sumber daya dapat difokuskan pada permasalahan yang memiliki tingkat urgensi lebih tinggi,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Senin (6/7).

Baca Juga : Mengulik Tantangan LLM: Bukan Sekadar “Download dan Jalan”

Sementara itu, Cika Maulia mengatakan bahwa aplikasi yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai media pencatatan laporan, tetapi juga menjadi sarana pendukung dalam proses monitoring, evaluasi, dan pengambilan keputusan.

“Melalui sistem ini, data laporan dapat terdokumentasi dengan lebih baik sehingga proses monitoring, evaluasi, dan penyusunan laporan menjadi lebih mudah dilakukan. Kami berharap aplikasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi operasional perusahaan,” ungkapnya.

Perwakilan PT Kamiko Cipta Solusi, Syech Khalil Annbiya, memberikan apresiasi terhadap hasil pengembangan aplikasi yang telah diserahkan. Menurutnya, sistem tersebut dapat membantu menjawab kebutuhan perusahaan dalam mengelola laporan gangguan secara lebih sistematis.

“Aplikasi ini menjawab kebutuhan perusahaan dalam mengelola laporan gangguan secara lebih sistematis. Kami berharap sistem ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan terus dikembangkan agar mampu mengikuti kebutuhan operasional perusahaan di masa mendatang,” tuturnya.

Baca Juga : Bahasa Indonesia di Era AI: Bukan Sekadar Soal Jumlah Penutur, tapi Kualitas Data

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aplikasi Trouble Ticket System telah berhasil diserahkan kepada PT Kamiko Cipta Solusi sekaligus disertai pendampingan implementasi. Sistem ini memberikan kemudahan dalam pengelolaan laporan gangguan melalui proses pencatatan yang lebih terstruktur, pemantauan status tiket secara terpusat, serta penentuan prioritas otomatis berdasarkan tingkat urgensi.

Melalui kegiatan serah terima aplikasi ini, UBSI dan PT Kamiko Cipta Solusi diharapkan dapat terus menjalin kolaborasi dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi mitra serta mendukung transformasi digital di dunia industri. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.