Dari Desain Poster Kampus, Alumni UBSI Kampus Purwokerto Kini Miliki Bisnis Akrilik

0 6

BSINews, Purwokerto — Siapa sangka, kebiasaan membuat poster untuk kegiatan organisasi saat kuliah justru menjadi titik awal lahirnya sebuah bisnis kreatif. Itulah yang dialami Nova, alumni Program Studi Teknologi Komputer Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Purwokerto, yang kini sukses mengembangkan usaha produk berbahan akrilik.

Perjalanan Nova sebagai pelaku usaha tidak dimulai dari latar belakang bisnis ataupun modal besar. Saat masih menjadi mahasiswa, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Teknologi Komputer (HIMATK). Berbagai kegiatan organisasi membuatnya sering dipercaya mendesain poster, spanduk, konten media sosial, hingga materi promosi untuk berbagai acara kampus.

Tanpa disadari, aktivitas tersebut menjadi ruang belajar yang mengasah kreativitas dan kemampuan desain grafis. Seiring waktu, Nova melihat peluang untuk memanfaatkan keterampilan itu menjadi sebuah usaha.

Saat Organisasi Kampus Menjadi Awal Lahirnya Bisnis Akrilik Kreatif

Berbekal kemampuan desain yang dimiliki, ia mulai memproduksi berbagai produk berbahan akrilik, seperti plakat, gantungan kunci, papan nama, suvenir, hingga dekorasi. Produk-produk tersebut dibuat sesuai kebutuhan pelanggan dengan mengutamakan desain yang menarik dan proses produksi yang rapi.

Nova mengaku, membangun usaha bukan perkara mudah. Tantangan mulai dari mencari pelanggan, mengenalkan produk, hingga menjaga kualitas menjadi bagian dari proses yang harus dilalui. Namun, pengalaman selama aktif di organisasi kampus membantunya menghadapi berbagai tantangan tersebut.

“Awalnya saya hanya belajar membuat desain untuk kebutuhan organisasi. Lama-kelamaan saya menyadari kemampuan itu bisa menjadi peluang usaha. Dari situ saya mulai mencoba menerima pesanan kecil, kemudian berkembang hingga akhirnya memiliki bisnis sendiri,” ujar Nova dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).

Menurutnya, pengalaman berorganisasi tidak hanya mengajarkan kemampuan teknis, tetapi juga melatih komunikasi, manajemen waktu, hingga keberanian mengambil keputusan. Keterampilan tersebut menjadi modal penting ketika mulai menjalankan usaha.

“Di organisasi saya belajar bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan bekerja sama dengan banyak orang. Saat menjalankan bisnis, ternyata kemampuan itu sangat membantu, mulai dari melayani pelanggan, mengatur pekerjaan, sampai menyelesaikan berbagai tantangan yang muncul,” katanya.

Nova juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak ragu memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan diri selama kuliah.

“Jangan menunggu lulus untuk mulai belajar atau mencoba. Ikuti organisasi, asah kemampuan yang dimiliki, dan jangan takut memulai dari hal kecil. Pengalaman yang terlihat sederhana hari ini bisa menjadi bekal yang sangat berharga di masa depan,” tuturnya.

Baca juga : Aplikasi SISUMA Karya Mahasiswa UBSI Dukung Transformasi Digital Dinas Perhubungan Banyumas

Menanggapi hal ini, Joko Dwi Mulyanto selaku Koordiantor BSI Entrepreneur Center (BEC) UBSI Kampus Purwokerto mengapresiasi perjalanan Nova yang mampu mengubah pengalaman selama kuliah menjadi peluang usaha. Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa kegiatan kemahasiswaan memiliki peran penting dalam membentuk kompetensi lulusan.

“Kami mendorong mahasiswa untuk aktif tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan organisasi dan pengembangan diri. Pengalaman tersebut dapat membentuk kreativitas, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta pola pikir inovatif yang sangat dibutuhkan, baik di dunia kerja maupun saat membangun usaha sendiri,” ujarnya.

Melalui berbagai program kewirausahaan yang difasilitasi BEC, UBSI Kampus Purwokerto terus mendorong mahasiswa dan alumni untuk mengembangkan ide bisnis berbasis kompetensi yang dimiliki. Kisah Nova menjadi salah satu contoh bahwa keterampilan yang diperoleh selama masa kuliah dapat berkembang menjadi peluang usaha yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.