BSINews, Jakarta – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAMA) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kunjungan studi ke Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (6/8).
Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran strategis data statistik dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan nasional.
Sebanyak 116 peserta yang terdiri dari 32 panitia HIMAMA dan 84 mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kunjungan ini menjadi salah satu program kerja unggulan HIMAMA UBSI untuk memfasilitasi mahasiswa dalam memahami penerapan ilmu manajemen dan statistik langsung di dunia kerja.
Baca juga: BSI Explore 2026 Ikut Siapkan Semarak HUT ke 81 RI di Desa Kiarapayung
Dalam kunjungan tersebut, para peserta menerima pemaparan materi mengenai tahapan pengumpulan, pengolahan, hingga penyajian data statistik nasional yang akurat dan kredibel. Acara kemudian dilanjutkan dengan office tour, tempat mahasiswa berkesempatan melihat langsung unit kerja serta teknologi yang digunakan BPS RI dalam mengolah data nasional.
Ketua Pelaksana Kunjungan Studi HIMAMA UBSI, Rizka Syahrani, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berkesan serta pemahaman baru mengenai pentingnya keberadaan data bagi para peserta.
“Kunjungan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka cara pandang baru tentang pentingnya data dalam kehidupan. Semoga pengalaman ini menjadi langkah awal bagi kita semua untuk terus belajar, bertumbuh, dan memberikan kontribusi yang lebih baik di masa depan,” ujar Rizka.
Baca juga: Tim BSI Explore Desa Jetis Gelar Aksi Donor Darah, Ajak Masyarakat Peduli Kemanusiaan
Melalui kegiatan ini, HIMAMA UBSI berkomitmen untuk terus menyediakan ruang pembelajaran yang bermakna dan relevan bagi mahasiswa. Ke depan, kolaborasi antara akademisi dan lembaga pemerintah seperti BPS RI diharapkan terus terjalin untuk memperluas jaringan serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan di dunia kerja.