Kembangkan NLP Bahasa Jawa Ngoko, Dosen UBSI Kampus Solo Publikasikan Riset di Jurnal SINTA 2

0 9

BSINews, Solo — Dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Solo yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif berhasil mengembangkan penelitian Natural Language Processing (NLP) untuk klasifikasi emosi pada teks berbahasa Jawa Ngoko. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Journal of Information Systems and Informatics Volume 8 Nomor 3, Juni 2026, yang merupakan jurnal nasional terakreditasi SINTA 2.

Penelitian berjudul “Enhancing Javanese Emotion Classification: A Comparative Study of Cross-Lingual, Supervised, and Hybrid Transfer Learning using IndoBERTweet” dilakukan oleh Galih Setiawan Nurohim, Heribertus Ary Setyadi, dan Paulus Tofan Rapiyanta dari UBSI Kampus Solo, bersama Sigit Wahyudi dari Universitas Sebelas Maret (UNS).

Galih menjelaskan, penelitian ini berangkat dari tantangan pengembangan NLP untuk bahasa daerah yang masih menghadapi keterbatasan dataset terlabel atau low-resource language. Bahasa Jawa Ngoko banyak digunakan dalam komunikasi informal, termasuk media sosial dan ulasan produk di e-commerce.

NLP untuk Bahasa Jawa Ngoko, Inovasi Riset Dosen UBSI Kampus Solo Raih Publikasi SINTA 2

“Bahasa Jawa Ngoko memiliki karakteristik yang berbeda karena dalam komunikasi digital sering bercampur dengan bahasa Indonesia, kata tidak baku, singkatan, dan slang. Kondisi ini menjadi tantangan bagi sistem yang ingin memahami emosi dalam sebuah teks,” ujar Galih dalam rilis yang diterima, Selasa (18/8).

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti membandingkan pendekatan cross-lingual, supervised learning, dan hybrid transfer learning dengan memanfaatkan model IndoBERTweet.

“Kami mencoba memanfaatkan pengetahuan yang sudah dimiliki model bahasa untuk membantu proses klasifikasi emosi pada bahasa Jawa Ngoko yang memiliki keterbatasan data,” jelasnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi alih pengetahuan bahasa mampu menghasilkan akurasi hingga 67,5 persen.

“Melalui riset ini, kami membuktikan bahwa pengolahan data teks bahasa daerah dapat ditingkatkan akurasinya hingga 67,5 persen menggunakan kombinasi alih pengetahuan bahasa,” ungkap Galih.

Ia menambahkan, proses pengolahan data menjadi salah satu tahapan penting dalam penelitian tersebut. Data teks berbahasa Jawa Ngoko terlebih dahulu melalui proses preprocessing, mulai dari pembersihan tanda baca, penghapusan kata yang tidak relevan, tokenisasi, hingga pengelompokan berdasarkan kategori emosi seperti senang, cinta, sedih, dan takut.

“Karakteristik bahasa Jawa Ngoko yang banyak menggunakan kata tidak baku, slang, serta variasi ekspresi menjadi tantangan tersendiri dalam proses klasifikasi. Karena itu, kualitas dan konsistensi data menjadi bagian penting agar model dapat mengenali pola emosi dengan lebih baik,” jelas Galih.

Menurutnya, penelitian ini menunjukkan bahwa keterbatasan dataset bahasa daerah bukan menjadi penghalang untuk mengembangkan teknologi NLP. Pemanfaatan metode transfer learning dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membantu model memahami bahasa dengan sumber data yang masih terbatas.

Baca juga : Mulai dari MoU Hingga Riset Bersama, UBSI Gandeng UNDIP Buka Peluang Kolaborasi Akademik

“Riset ini menunjukkan bahwa bahasa daerah memiliki peluang besar untuk dikembangkan dalam teknologi kecerdasan buatan. Dengan metode yang tepat, keterbatasan data dapat diatasi sehingga bahasa Jawa Ngoko dapat diproses dan dianalisis menggunakan teknologi NLP,” ujarnya.

Galih berharap penelitian tersebut dapat mendorong riset lanjutan mengenai pemrosesan bahasa daerah di Indonesia. Menurutnya, masih banyak bahasa daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam teknologi digital, tetapi belum didukung dataset dan penelitian yang memadai.

“Publikasi di jurnal SINTA 2 menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan penelitian NLP, khususnya untuk bahasa daerah. Kami berharap penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti lain dalam mengembangkan model pemrosesan bahasa yang lebih sesuai dengan karakteristik bahasa lokal,” pungkasnya.

Tertarik menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi berbasis kecerdasan buatan untuk menjawab berbagai tantangan di masa depan? Yuk, kembangkan potensi dan wujudkan ide inovatifmu bersama UBSI Kampus Digital Kreatif. Temukan informasi penerimaan mahasiswa baru (PMB) dan pilihan program studi di UBSI melalui https://pmbubsi.id atau kunjungi https://bsi.ac.id.

Leave A Reply

Your email address will not be published.