Rancang Mahakarya Akhir! Tim BSI Explore 2026 Duduk Bareng Mentor Top Demi Matangkan Event Puncak Terheboh

0 2

BSINews, Tasikmalaya – Peserta BSI Explore 2026 menggelar diskusi awal persiapan event puncak bersama mentor berpengalaman, Hakim Dusanto, di Desa Santanamekar, Jumat (7/8).

Diskusi yang berlangsung pukul 15.00 hingga 18.00 WIB tersebut membahas konsep kegiatan, pembagian peran mahasiswa, serta strategi pelaksanaan event yang menjadi salah satu rangkaian BSI Explore 2026.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mematangkan rencana sebelum event dilaksanakan.

Selain membahas teknis kegiatan, diskusi juga diarahkan pada bagaimana mahasiswa dapat mengambil peran lebih aktif sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Baca juga: Mahasiswa BSI Explore 2026 Kenali Kehidupan Pesisir Bersama Anak-Anak Desa Tanjung Saleh

Hakim Dusanto memberikan arahan agar mahasiswa tidak hanya bertugas sebagai pelaksana teknis.

Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki inisiatif dan keberanian untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan serta menjadi penggerak kegiatan.

“Mahasiswa harus menjadi motor penggerak untuk kegiatan ini. Saya ingin mahasiswa bukan hanya untuk disuruh-suruh, tetapi ikut andil dan berkontribusi dalam pengambilan keputusan, baik sebelum maupun saat pelaksanaan,” ujar Hakim Dusanto dalam diskusi persiapan event puncak BSI Explore 2026.

Menurut Hakim, keterlibatan mahasiswa sejak tahap awal akan membantu tim memahami tujuan kegiatan secara lebih menyeluruh.

Dengan demikian, setiap anggota dapat mengetahui tanggung jawabnya dan mengambil keputusan sesuai dengan kebutuhan kegiatan.

Selain inisiatif, Hakim menekankan pentingnya kerja sama dalam sebuah tim.

Setiap anggota dinilai perlu memiliki peran yang jelas agar proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan secara terkoordinasi.

“Dalam tim tidak harus selalu ada yang paling dituakan atau yang paling bisa. Tetapi, dalam sebuah tim harus mempunyai seorang leader yang bertugas mengoordinasikan anggota tanpa mementingkan ego pribadi. Yang terpenting adalah bagaimana semua anggota dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama,” tambah Hakim Dusanto.

Pembahasan mengenai kepemimpinan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam diskusi.

Mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa keberhasilan sebuah event tidak hanya bergantung pada satu orang, tetapi membutuhkan koordinasi seluruh anggota tim.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa juga menyampaikan berbagai gagasan mengenai konsep event puncak yang akan dilaksanakan di Desa Santanamekar.

Setiap ide dibahas bersama untuk melihat kemungkinan penerapannya sesuai dengan kondisi desa dan kebutuhan masyarakat.

Diskusi berlangsung secara terbuka dengan memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menyampaikan pendapat.

Masukan yang muncul kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun konsep kegiatan agar dapat melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Event puncak BSI Explore 2026 dirancang bukan semata-mata sebagai kegiatan penutup.

Mahasiswa berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pertemuan bagi berbagai elemen masyarakat Desa Santanamekar.

Elemen yang diharapkan dapat terlibat antara lain pemuda, masyarakat, perangkat desa, serta berbagai kelompok yang berada di lingkungan desa.

Keterlibatan tersebut diharapkan dapat menciptakan kegiatan yang bersifat kolaboratif dan sesuai dengan karakter masyarakat setempat.

Meskipun event puncak yang direncanakan bukan kegiatan berskala besar, mahasiswa tetap berupaya mempersiapkannya secara matang.

Ukuran kegiatan bukan menjadi satu-satunya pertimbangan karena mahasiswa juga memperhatikan manfaat serta keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaannya.

Bagi peserta BSI Explore 2026, proses persiapan event menjadi pengalaman untuk menerapkan kemampuan organisasi dan kerja sama tim.

Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan tugas, tetapi juga belajar menyusun konsep, membagi tanggung jawab, serta mengambil keputusan secara bersama.

Diskusi bersama Hakim Dusanto juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pandangan dari pihak yang memiliki pengalaman dalam pelaksanaan kegiatan.

Arahan tersebut menjadi bahan bagi mahasiswa untuk mengevaluasi konsep dan strategi yang telah disiapkan.

Dosen Pembimbing Lapangan BSI Explore 2026, Yanti Apriani, mengatakan proses persiapan menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan mahasiswa selama mengikuti pengabdian.

Menurutnya, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman mengelola kegiatan secara langsung agar dapat belajar menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

“Bagi saya, proses persiapan event seperti ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar bekerja dalam tim, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Pengalaman tersebut penting karena mahasiswa tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga dari proses langsung selama berada di masyarakat,” ujar Yanti Apriani, Dosen Pembimbing Lapangan BSI Explore 2026.

Yanti juga menilai keterlibatan masyarakat perlu menjadi perhatian dalam penyusunan event.

Komunikasi dengan berbagai pihak dapat membantu mahasiswa memahami kebutuhan sekaligus membangun dukungan terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan.

Konsep event selanjutnya akan terus dimatangkan melalui koordinasi antarpeserta dan pihak terkait di Desa Santanamekar.

Setiap bagian kegiatan akan disiapkan secara bertahap agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

Mahasiswa juga perlu memastikan pembagian tugas dapat dipahami oleh seluruh anggota tim.

Koordinasi tersebut menjadi salah satu cara untuk mengurangi kendala saat kegiatan berlangsung sekaligus memastikan setiap anggota dapat menjalankan tanggung jawabnya.

Melalui diskusi awal bersama mentor, peserta BSI Explore 2026 mendapatkan gambaran mengenai pentingnya kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi dalam menyelenggarakan sebuah kegiatan.

Nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan mahasiswa dalam setiap tahapan persiapan hingga event puncak berlangsung.

Event puncak BSI Explore 2026 di Desa Santanamekar nantinya diharapkan menjadi ruang kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat.

Baca juga: Jalin Silaturahmi dan Koordinasi Awal, Mahasiswa UBSI Sambangi SD Negeri 11 Sungai Kakap melalui BSI Explore 2026

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan yang telah dibangun selama mahasiswa menjalankan program pengabdian.

Dengan persiapan yang dilakukan sejak awal, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan kondisi Desa Santanamekar.

Keberhasilan event nantinya tidak hanya dilihat dari pelaksanaannya, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun kolaborasi dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat secara aktif.

Leave A Reply

Your email address will not be published.