Mahasiswa BSI Explore 2026 Rangkul Warga untuk Siapkan Ruang Belajar Anak Desa Radak Satu

0 99

BSINews, Kubu Raya Rencana menghadirkan kegiatan belajar dan bermain bagi anak-anak di Desa Radak Satu disiapkan mahasiswa BSI Explore 2026 dengan melibatkan warga setempat. Pada Rabu (12/8), mahasiswa berdiskusi dengan pengelola TPA (Tempat Pembelajaran Al-Qur’an) dan Ketua RT (Rukun Tetangga) untuk menyesuaikan rencana kegiatan dengan aktivitas serta kondisi anak-anak di lingkungan tersebut.

Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam persiapan kegiatan. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan rencana, tetapi juga meminta masukan mengenai waktu dan lokasi yang sesuai agar kegiatan edukasi dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas belajar anak-anak.

Pengelola TPA setempat, Eko, menyambut koordinasi tersebut dan menilai komunikasi awal diperlukan agar kegiatan yang dirancang mahasiswa dapat berjalan selaras dengan jadwal belajar anak-anak.

“Koordinasi awal dengan pengelola TPA sangat krusial agar kegiatan edukatif yang kami rancang dapat berjalan selaras dengan jadwal belajar anak-anak tanpa mengganggu agenda utama mereka,” ujar Eko.

Warga Ikut Membuka Ruang untuk Anak

Koordinasi juga dilakukan dengan Ketua RT setempat, Budi. Selain memperkenalkan keberadaan tim, mahasiswa meminta arahan mengenai lokasi yang tepat untuk kegiatan belajar dan bermain bersama anak-anak SD di lingkungan sekitar.

Budi menyambut baik inisiatif tersebut dan mendukung keterlibatan mahasiswa dalam mendampingi anak-anak di lingkungannya.

“Kami menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif mahasiswa yang ingin mendedikasikan waktu untuk membimbing anak-anak di lingkungan kami. Semoga kegiatan positif ini dapat berjalan lancar dan memberikan banyak manfaat,” tutur Budi.

Baca juga: Dreamina AI dan Cara Menggunakannya, Tool Simpel Buat Bikin Konten Visual Tanpa Skill Desain

Humas BSI Explore 2026 Desa Radak Satu, Muhammad Ivan Abdullah, mengatakan komunikasi dengan warga dilakukan agar kegiatan yang disiapkan dapat diterima dan sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Kami ingin setiap kegiatan yang dilakukan benar-benar diterima dan sesuai dengan kondisi masyarakat. Karena itu, kami memilih untuk berkomunikasi terlebih dahulu dengan warga dan tokoh lingkungan setempat,” ungkap Ivan.

Baca juga: Seminar Nasional UBSI Bahas Kolaborasi Pentahelix untuk Perkuat Industri Kerajinan dan Batik

Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus belajar memahami kebutuhan masyarakat ketika terjun langsung ke lingkungan desa. Dalam persiapan kegiatan tersebut, mahasiswa mendapat pengalaman bahwa program yang akan diberikan kepada masyarakat perlu dibangun bersama pihak yang memahami kondisi setempat.

Sebelum berinteraksi lebih jauh dengan anak-anak, mahasiswa BSI Explore 2026 juga mengawali hari dengan senam bersama di posko. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan dan kekompakan tim sebelum melanjutkan koordinasi dengan warga.

Melalui komunikasi bersama pengelola TPA dan lingkungan RT, rencana kegiatan belajar dan bermain bagi anak-anak Desa Radak Satu pun mulai dipersiapkan dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat setempat.(Lady Agustine)

Leave A Reply

Your email address will not be published.